Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 November 2012

TERIMA KASIH BANYAK WAHAI MUSUH-MUSUHKU

Oleh : Arfan Bukroni di Salaf on Facebook
 
Oleh Ustadz Firanda Andirja Hafidzahullah

Seorang da'i berkata :
Apakah yang harus aku katakan kepada kalian wahai musuh-musuhku… Sungguh rasa gembira yang keluar dari lubuk hatiku yang paling dalam…

Kalian telah benar-benar membantuku di dunia dan terlebih-lebih di akhirat…

Di akhirat kelak… kalian akan memikul banyak bebanku yang berat…padahal kalian sendiri benar-benar dalam keadaan lemah…sungguh ini merupakan kebaikan yang tiada bandingannya…

Kalian telah menghadiahkan kepadaku pahala-pahala amal kebajikan kalian kepadaku, di saat kalian benar-benar sangat membutuhkannya….sungguh kebaikan yang tiada tara…

Wahai kalian yang menggibahku…yang memakan hartaku…yang merendahkan harga diriku…yang berdusta atas namaku…yang hobi mencari-cari kesalahanku…sungguh kalian telah berbuat kebaikan yang tiada tara bagiku…, teruskanlah perjuangan kalian menzolimiku…

sungguh aku sangat butuh dengan hadiah kalian pada hari kiamat kelak…
Aku sangat butuh –pemberian- kalian untuk memperberat timbangan kebaikanku…

Sungguh betapa bahagianya aku tatkala aku tahu bahwasanya aku tidak bisa meraih tempat yang sangat mulia hanya sekedar mengandalkan amal kebajikanku?, akan tetapi berkat hadiah kalian akupun bisa meraih kedudukan mulia tersebut….karenanya jangan ragu-ragu untuk meneruskan perjuangan kalian menjatuhkan aku…!!!

Rasulullah bersabda,
أَتَدْرُوْنَ مَا الْمُفْلِسُ؟ قَالُوْا الْمُفْلِسُ فِيْنَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكاَةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ
“Tahukah kalian apa yang disebut dengan orang yang bangkrut?”, mereka (para sahabat) berkata, “Orang bangkrut yang ada diantara kami adalah orang yang tidak ada dirhamnya dan tidak memiliki barang”. Rasulullah berkata, “Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan sholat, puasa, dan zakat. Dia datang dan telah mencela si fulan, telah menuduh si fulan (dengan tuduhan yang tidak benar), memakan harta si fulan, menumpahkan darah si fulan, dan memukul si fulan. Maka diambillah kebaikan-kebaikannya dan diberikan kepada si fulan dan si fulan. Jika kebaikan-kebaikan telah habis sebelum cukup untuk menebus kesalahan-kesalahannya maka diambillah kesalahan-kesalahan mereka (yang telah ia dzolimi) kemudian dipikulkan kepadanya lalu iapun dilemparkan ke neraka” (HR Muslim no 2581)

Dikatakan kepada Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah bahwasanya si fulan telah mengghibahmu. Maka beliaupun mengirim sepiring makanan yang manis kepada orang yang telah mengghibahnya tersebut lalu berkata kepadanya, “Telah sampai kabar kepadaku bahwasanya engkau telah menghadiahkan (pahala) kebaikan-kebaikanmu kepadaku maka aku ingin membalas kebaikanmu tersebut” (Wafayaatul A’yaan 2/71)

Seorang penyair berkata:

يُشَارِكُ لَكَ الْمُغْتَابُ فِي حَسَنَاتِهِ وَيُعْطِيْكَ أَجْرَ صَوْمِهِ وَصَلاَتِهِ
فَكَافِهِ بِالْحُسْنَى وَقُلْ رَبِّ جَازِهِ بِخَبْرٍ وَكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ
فَيَا أَيُّهَا الْمُغْتَابُ زِدْنِي فَإِنْ بَقِيَ ثَوَابُ صَلاَةٍ أَوْ زَكاَةٍ فَهَاتِهِ
 
Orang yang mengghibahmu menyertakan engkau dalam kepemilikan kebaikan-kebaikannya
Dan ia menghadiahkan kepadamu pahala puasa dan sholatnya
Maka hendaklah engkau membalasnya dengan kebaikan dan katakanlah, “Wahai Tuhanku balaslah dia dengan kebaikan dan hapuslah dosa-dosanya”
Wahai orang yang menggibahku tambahlah hadiahmu kepadaku…
Jika masih tersisa pahala solatmu dan zakatmu maka berikanlah kepadaku.
readmore »»  

Sabtu, 03 November 2012

Makna Jihad secara umum

Oleh : Arfan Bukroni di Salaf on Facebook

Merujuk kitab: Al Jihad Anwaa'uhu wa ahkaamuhu. Karya Hamd bin Ibrahim Al Utsman.

Oleh Ustadz. Badrusalam LC Hafidzahullah

Jihad adalah mengeluarkan kesungguhan untuk merealisasikan apa yang Allah cintai.

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, "Jihad ada dua macam:

Pertama: Jihad dengan senjata, ini adalah jihad yang banyak orang mampu melakukannya.

Kedua: Jihad dengan hujjah dan keterangan. Ini adalah jihad orang-orang khusus dari pengikut para rosul. Ini adalah jihadnya para ulama, bahkan ini adalah jihad yang paling besar karena manfaatnya yang amat agung, berat dan banyak musuhnya sebagaimana firman Allah Ta'ala dalam surat Al Furqan: 52.
(Miftaah Daarissa'adah 1/70).

Al Hafidz ibnu Hajar rahimahullah berkata, "Jihad secara syara' adalah mengeluarkan kesungguhan untuk memerangi orang kafir. Dan dimutlakkan juga untuk menjihadi hawa nafsu, setan dan orang-orang fasiq. (Fathul Baari 6/3).

Ini semua membantah pendapat yang mengatakan bahwa jihad hanya bermakna perang saja.
Bahkan ibnu Abbas berkata, "Mencari rizki yang halal adalah jihad." (Al Adab Asy Syar'iyyah 2/277).

Mu'adz bin Jabal radliyallahu 'anhu berkata, "Membahas ilmu adalah jihad." (Jami' bayanil 'ilmi hal. 94).

By group bbm Al-ilmu

readmore »»  

Senin, 15 Oktober 2012

PERINGATAN BAGI ANDA YANG HENDAK BERQURBAN


Oleh : Aqil Azizi




Bagi anda kaum muslimin dan muslimat yang berniat untuk berqurban, mulai tenggelam matahari hari Selasa, 16 Oktober 2012, tahanlah diri anda dari memotong rambut (rambut kepala, kumis, bulu ketiak dll) dan kuku anda hingga binatang qurban anda disembelih. Karena 1 Dzulhijjah 1433H telah masuk sejak tenggelamnya matahari hari Selasa, 16 Oktober 2012.

Dalilnya adalah hadits dari Ummu Salamah rådhiyallåhu ‘anhâ, bahwa Råsulullåh shållallåhu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila kalian melihat hilal bulan Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian hendak menyembelih, maka hendaknya dia menahan (yakni tidak memotong) rambut dan kukunya.” (HR. Muslim No. 1977)

Oleh karena itu, potonglah rambut (rambut kepala, kumis, bulu ketiak dll) dan kuku anda sebelum tenggelam matahari tanggal 16 Oktober 2012.

Imam Nawawi råhimahullåh berkata, “Maksud larangan tersebut adalah dilarang memotong kuku dengan gunting dan semacamnya, memotong rambut; baik gundul, memendekkan rambut, mencabutnya, membakarnya atau selain itu. Dan termasuk dalam hal ini, memotong bulu ketiak, kumis, kemaluan dan bulu lainnya yang ada di badan” (Syarh Muslim 13/138)

Adapun jika anda melakukannya karena lupa atau karena tidak tahu atau rambutnya rontok tanpa sengaja, maka tidak mengapa. Begitu juga jika anda melakukannya karena ada keperluan seperti kukunya pecah dan menyakitkannya, maka tidak apa-apa bagi anda memotongnya untuk menghilangkan sesuatu yang mengganggu.

Allaahua’lam bish shawab.
readmore »»  

Minggu, 14 Oktober 2012

FATAWA NIKAH MUT’AH MENURUT ULAMA SYI’AH (MENGERIKAN)

Oleh : Nhawadaa Chan di Salaf on Facebook

Nikah Mut’ah alias nikah kontrak, belakangan ini ramai diperbincangkan di forum-forum Islam sampai facebook yang kemudian menjadi polemic dan bahan perdebatan antara Sunni dengan Syi’ah.

Bagi kalangan Syi’ah, tentunya nikah mut’ah ini hukumnya halal bagi mereka sampai hari Kiamat. Dan mereka beranggapan bahwa yang mengharamkan nikah mut’ah ini adalah ‘Umar bin al-Khaththab-radhiyallaahu ta’ala ‘anhu-. Sehingga pada akhirnya ‘Umar bin al-Khaththab menjadi bahan cacian bagi kalangan Syi’ah sampai saat ini, bahkan sampai seterusnya.

Walaupun sebenarnya dalam kitab Syi’ah sendiri terdapat hadits yang mengatakan akan keharaman nikah mut’ah itu sendiri. Sebagaimana tercantum dalam kitab Tahdzibul Ahkam, karya At-Thusi pada jilid. 7, hal. 251, dengan sanadnya dari:

Muhammad bin Yahya, dari Abu Ja’far dari Abul Jauza’ dari Husein bin Alwan dari Amr bin Khalid dari Zaid bin Ali dari ayahnya dari kakeknya dari Ali ‘Alaihis salam bersabda: “Rasulullah mengharamkan pada perang Khaibar daging keledai jinak dan nikah mut’ah.”

Bagaimana perawinya? Mari kita lihat bersama dari literatur Syi’ah sendiri:

Muhammad bin Yahya: dia adalah tsiqah, An-Najasyi mengatakan dalam kitabnya, (no 946): “Dia adalah guru madzhab kami di zamannya, dia ini tsiqah (terpercaya).

Abu Ja’far juga Tsiqah (terpercaya), lihat dalam Al-Mufid min Mu’jam Rijalil Hadits.

Abul Jauza’, namanya adalah Munabbih bin Abdullah At-Taimi, haditsnya Shahih, lihat Al-Mufid min Mu’jam Rijalil Hadits.

Husein bin Alwan ialah tsiqah (terpercaya), lihat dalam Faiqul Maqal, Khatimatul Mustadrak, dan Al-Mufid min Mu’jam Rijalul Hadits. Amr bin Khalid Al Wasithi: Tsiqah, lihat dalam Mu’jam Rijalil Hadits, Mustadrakat Ilmi Rijalil Hadits. Zaid bin Ali bin Husein bin Ali bin Abi Thalib, salah satu Ahlul Bait Nabi, jelas tsiqah.

Yang menjadi pertanyaan kita, “Apakah ulama’ Syi’ah tidak mengetahui riwayat ini?” Atau mereka mengetahui akan tetapi tidak menjelaskan pada umat tentang kenyataan ini? Atau kenyataan ini tidak sesuai dengan kepentingan mereka?” Karena tidak dipungkiri lagi bahwa bolehnya nikah mut’ah membuka kesempatan bagi Syi’ah guna menghilangkan kebosanan dan menambah variasi dalam hubungan seksual. Wallaahu ta’ala a’lam.

Coba anda baca beberapa fatawa “ulama’” Syi’ah yang amat menjijikkan berkenaan tentang nikah mut’ah ( kontrak ).

Fatawa-fatawa di bawah ini ana dapatkan dari beberapa ikhwan yang aktif di dunia maya, terutama facebook.

Fatawa Pertama

Ajudan Ayatullah al-’Amili membacakan surat tertulis :

Pertanyaan:

Saya seorang gadis mukim di sini, hati saya selalu berbisik untuk melakukan nikah mut’ah akan tetapi saya malu untuk melontarkan hal ini kepada pemuda, lalu apa yang harus aku lakukan??

Jawab Ayatullah al-’Amili:

Tidak boleh malu dalam urusan agama, saya memberika solusi buat anda, secara pribadi, malam ini saya membutuhkan seorang perempuan mu’minah yang mau bermut’ah denganku, saya telah mnjadi musafir dan jauh dari ibu anak-anak, telah di riwayatkan dari para imam alaihissalam, bahwa barangsiapa yang bermut’ah 1x maka ia mencapai derajat Husein, jika bermut’ah 2x maka ia mncapai derajat Hasan, bermut’ah 3x maka ia mencapai derajat amirul mu’minin (Ali krw), brmut’ah 4x maka ia mencapai derajat Nabi SAW. bukankah itu lebih baik ?? ini adalah kesempatan kamu agar supaya mencapai derajat husein RA, apa yang mencegah kamu stelah muhadarah ini untuk menjumpaiku dan melangsungkan akad nikah mut’ah, setelah itu saya bersama kamu insya’allah dalam masa 1 minggu. siapa saja perempuan mu’minah yang memenuhi keinginanku dan ingin memperoleh pahala yang besar maka segera hubungi aku di hotel holiday dan akan di bayar insya’allah.

Fatawa Kedua

Pertanyaan :

Nama saya Zainab Abdul Husein : saya menikah dengan teman saya satu universitas dengan pernikahan mut’ah dalam batas waktu satu jam. Lalu kami masuk ke kamar asrama pelajar, tetapi waktu mengambil kami, di tengah-tengah kami melakukan jima’ batas waktu mut’ah sudah selesai, ketika kami selesai memenuhi keinginan kami masih meneruskan hubungan sex, apakah kami dihukumi zina?

Jawab Ayatullah Al-Udzma Al- ‘Amili:
Sesungguhnya kebaikan itu dapat menghapus keburukan, menerima-nya kamu terhadap mut’ah adalah merupakan kewajiban yang sangat besar, dan meneruskan hubungan sex setelah habis masa waktu yang telah dibatasi walau itu perbuatan buruk namun itu masih kesalahan ringan.

Fatawa Ketiga

Pertanyaan:

Namaku Ali Husin Makki, terkadang aku merasa malu yang teramat dalam melontarkan keinginan nikah mut’ah dengan seorang wanita, apa cara terbaik untuk melontarkan ide mut’ah kepada wanita itu ??

Jawaban Ayatullah al-’Amili :

Permasalahan ini butuh beberapa kelembutan dalam melontarkannya: tidak ada salahnya anda mencandai wanita sekiranya itu dapat membangkitkan syahwat lawan jenis, sampai anda menemukan lahan yang subur bagi keinginan anda. maksudku misalnya : aku datang kesini dengan pesawat, secara kebetulan aku duduk di samping seorang wanita cantik dan aku temukan kerinduan dan keinginan hatiku untuk berbicara dengan-nya dan bersenang-senang dengan-nya, kemudian aku bertanya tentang pekerjanya, dia menjawab : seorang peneliti sosial. aku berkata : apa yang kamu teliti ?? dia menjawab: “dalam hal perkawinan dan perceraian. aku berkata : ini sesuatu yang indah, kebetulan kapasitas saya sebagai seorang pakar agama berkepentingan membahas dari apa yang kamu teliti. bisa anda orbitkan kepadaku bagaimana hasil-nya?? dia menjawb: setelah pemeriksaan secara menyeluruh aku menemukan bahwa kebanyakan kasus pernikahan itu asik bagi orang-orang italia dan orang Iran. tak henti-henti aku bertanya, bagaimana bisa begitu ? dia menjawab : karena orang italia di kenal sangat romantis dan orang iran di kenal orang yang doyan seks, dan kemudian perempuan itu berkata : sejauh ini saya belum mengenal nama anda. aku menjawab seketika: nama ku anthony rafsanjani, seketika ruangan penuh dengan tawa dan tepuk tangan yang meriah. dan hal ini merupakan kesempatan emas untuk melontarkan keinginan menikah mut’ah dengan wanita itu. dan hasilnya dia setuju tanpa ragu-ragu. contoh canda’an seperti ini adalah canda’an yang baik bersama para gadis-gadis dan tidak apa-apa, asal tujuan-nya adalah UNTUK menikah mut’ah dengan mereka. namun jika tujuan-nya tidak demikian maka sebaiknya jangan lakukan.

Fatawa Keempat

Pertanyaan:

Nama saya Muna Abdul Ridha, pertanya’anku adalah: Dapatkah saya memberi tarif harga pada setiap bagian tubuh saya untuk di mut’ah oleh laki-laki

Jawab Ayatullah al-’Amili :

Tidak di ragukan wahai saudariku yang mulya : ini adalah hak anda, dan nikah mut’ah adalah rantaian ijab dan qabul. sebagaimana seorang laki-laki menyewa rumah atau mobil atau himar-nya maka anda juga demikian, kamu mempunyai hak untuk menyewakan bagian tubuh kamu, semua tubuh kamu atau sebagian tubuh kamu, dengan demikian laki-laki bisa bersenag-senang dengan kamu dari bagian tubuh yang kamu sewakan.

Fatawa Kelima dari Ayatullah al-Udzhma al-Imam ar-Rohani -qabbahallaahu wajhahu-:

Pertanyaan:
Suatu hari saya pergi ke night club, kemudian ada seorang pelacur meminta kepada saya uang sebesar 100 USD, dan saya pun memberikannya. Kemudian ia berkata kepada saya: “Saya mut’ahkan tubuh saya seluruhnya sebagai balasan atas uang ini. Namun hanya untuk sehari saja.” Apakah hal itu dapat dinilai sebagai Nikah Mut’ah?

Jawab Ayatullah al Uzhma al Imam ar Rohani:

Dengan nama-Nya yang Mulia,
Jika yang dia katakan itu dengan tujuan untuk menjalin perkawinan, dan engkau kemudian berkata kepadanya setelah dia berkata seperti: “aku terima akadnya seperti itu”, maka itu berarti telah terjadi Perkawinan Mut’ah.

Fatawa Keenam dari Ayatullah al-Udzhma Sayyid as-Sistani -qabbahallaahu wajhahu-:

Pertanyaan:
Apakah boleh nikah mut’ah dijadikan sebagai profesi oleh para wanita dan gadis dengan batas-batas yang layak sebagai penunjang kehidupan dan pekerjaan mereka melalui nikah mut’ah???

Jawab:

Boleh.

Itulah beberapa fatawa yang dikemukan oleh “Ulama’” Syi’ah. Dari beberapa fatawa di atas, anda bisa menilai dan menimbang ajaran Syi’ah. Apakah ajaran Syi’ah adalah ajaran yang dibawa oleh suri tauladan kita sepanjang zaman, Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-? Ataukah ajaran Syi’ah ini memang dibawa oleh orang-orang yang sebenarnya ingin menghancurkan Islam??

Semoga Alloh -ta’ala- selalu menunjuki kita ke jalan yang lurus. Amin ya Rabbal ‘Alamiin.

Sumber: dakwahwaljihad
readmore »»  

Kamis, 09 Agustus 2012

Nasehat untuk 10 hari terakhir di bulan Ramadhan

Oleh : Mufida Salsabila di Salaf on Facebook
Ini hanyalah sekedar himbauan bukan perintah..

Harapan khusus bagi antum semua
Untuk tidak menyibukan diri dengan bbm
Atau menyibukkan orang lain untuk membacanya...
Pertanyaan-pertanyaan yαπg tiada henti..
Pada 10 Malam Terakhir Ramadhan yang sebentar lg..
dari setelah magrib sampai subuh...
hanya kurang dari 10 jam, jangan kau sia-siakan 10 Malam Terakhir...

Setiap saatnya ada harapan "Lailatul Qodar"
Tidak hanya 1 jam seperti hari Jumat...
Lailatul Qodar itu diisi dengan Ibadah, Dzikir, Istighfar dan membaca Al-Quran = 83 tahun, 3 bulan...

Pada mam-malam yang kan datang...
1 jam = 60.000 jam pada bulan yang lain
1 menit = 1000 jam pada bulan yang lain....
1 detik = 16,4 jam
...maksudnya lbh banyak dari setengah hari

Perhatikanlah dan jangan sia-siakan, jangan melalaikan orang lain...
Berusahalah pada malam-malam yang akan datang :
menjaga shalat wajib dan sunnahnya,
mengikuti bacaan muadzin,
dzikir pagi dan petang

Persiapkan sedekahmu..
1 rupiah = 30 ribu
10 rupiah =300.000...
Dzikir, baca Al-Quran, dan Istighfar...

Perbanyak do'a:
اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عنا.

Ingatlah bahwa Nabi صلى الله عليه و سلم
tidak membeda-bedakan baik malam ganjil ataupun malam genap

Hati-hatilah, pada malam ini jangan :
banyak tidur
begadang sia-sia.
nonton tv
lalai dari berdzikir dg lisan

Mudah-mudahan kita bisa meraih "Lailatul Qodar"...

آمين يَا رَبَّ العَـــالَمِيْنَ

(copas dari Ustadz Fuad Hamzah Baraba', STAI Ali bin Abi Thalib surabaya)
readmore »»  

KENAPA LAILATUL QADR DINAMAKAN DEMIKIAN?

Oleh : Nhawadaa Chan di Salaf on Facebook
Dari : Fadhl Ihsan

Para ulama membahas penyebab yang menjadikan lailatul qadr disebut dengan nama demikian. [1] Ada beberapa pendapat dalam hal ini yang uraiannya sebagai berikut.

Pendapat pertama, dinamakan lailatul qadr karena, pada malam itu, Allah Subhânahu wa Ta’âlâ menakdirkan segala ketentuan yang berkaitan dengan makhluk yang akan terjadi pada tahun itu. Ini adalah pendapat Ibnu Abbas radhiyallâhu ‘anhu dan sejumlah ulama lain. Sebagian ulama menganggap itu sebagai pendapat kebanyakan ahli tafsir. Pendapat ini bisa dikuatkan dengan firman Allah Subhânahu wa Ta’âlâ,

ﻓِﻴﻬَﺎ ﻳُﻔْﺮَﻕُ ﻛُﻞُّ ﺃَﻣْﺮٍ ﺣَﻜِﻴﻢ

“Pada malam itu, dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (Ad-Dukhân: 4)

Pendapat kedua, dinamakan lailatul qadr karena keagungan dan kemuliaannya. Dalam bahasa Arab, bila dikatakan bahwa si fulan memiliki qadr, berarti dia memiliki kedudukan dan kemuliaan. Demikian pendapat Imam Az-Zuhry rahimahullâh dan selainnya. Pendapat ini bisa dipahami dari firman Allah Subhânahu wa Ta’âlâ,

ﻟَﻴْﻠَﺔُ ﺍﻟْﻘَﺪْﺭِ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﻒِ ﺷَﻬْﺮٍ

“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (Al-Qadr: 3)

Ayat di atas menunjukkan keagungan lailatul qadr bahwa malam itu lebih baik daripada seribu bulan.

Keagungan lailatul qadr ini kembali kepada dua hal:

1. Kembali kepada pelaku. Siapa saja yang mengerjakan amalan ketaatan pada malam itu, dia akan menjadi pemilik keagungan dan kemuliaan.

2. Kembali kepada amalan perbuatan, yaitu setiap amalan ketaatan pada malam itu adalah amalan yang sangat agung dan mulia, yang keutamaan dan kemuliaannya bernilai seribu kali lipat dibanding dengan amalan pada malam lain.

Pendapat ketiga, dinamakan lailatul qadr karena, pada malam itu, bumi menjadi sempit dan sesak oleh para malaikat. Oleh karena itu, kata qadr dalam hal ini bermakna penyempitan. Pendapat ini bisa dikuatkan oleh sabda Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam tentang lailatul qadr,

ﺇِﻧَّﻬَﺎ ﻟَﻴْﻠَﺔُ ﺳَﺎﺑِﻌَﺔٍ ﺃَﻭْ ﺗَﺎﺳِﻌَﺔٍ ﻭَﻋِﺸْﺮِﻳﻦَ ﺇﻥَّ ﺍﻟْﻤَﻼَﺋِﻜَﺔَ ﺗِﻠْﻚَ ﺍﻟﻠَّﻴْﻠَﺔَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﺃَﻛْﺜَﺮُ ﻣِﻦ ﻋَﺪَﺩِ ﺍﻟْﺤَﺼَﻰ

“Sesungguhnya (lailatul qadr) itu (berada pada) malam kedua puluh tujuh atau kedua puluh sembilan, dan sesungguhnya para malaikat di muka bumi pada malam itu lebih banyak daripada jumlah batu-batu kerikil.” [2]

Al-Hâfizh Ibnu Hajar menyebutkan sisi lain dari keterkaitan lailatul qadr dengan makna penyempitan, yaitu lailatul qadr terkesan sempit karena penentuannya adalah hal yang tersembunyi, tidak dipastikan.

Pendapat keempat, dinamakan lailatul qadr karena, pada malam itu, Allah menurunkan Al-Qur`an yang merupakan kitab yang penuh dengan keagungan dan kemuliaan.

Demikian beberapa pendapat ulama yang, jika diperhatikan secara saksama, tidaklah saling bertentangan, bahkan seluruh kandungan pendapat itu menunjukkan keagungan dan kemuliaan lailatul qadr.

Catatan kaki:
[1] Tentang pembahasan ini, silakan membaca Al-I’lâm bi Fawâ`id ‘Umdatul Ahkâm 5/391-393, Fathul Bâry 4/255 karya Ibnu Hajar, Kasyful Litsam 4/26-27, dan selainnya.

[2] Dikeluarkan oleh Ath-Thayâlisy, Ahmad, Ibnu Khuzaimah, dan Abu Ya’la dari hadits Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albany rahimahullâh dalam Silsilah Al-Ahâdits Ash-Shahîhah no. 2205.

Sumber: http://dzulqarnain.net/sebab-penamaan-lailatul-qadr.html
readmore »»  

Ulama Sejagad Membela Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah

 Oleh Prima Ibnu Firdaus Al-Mirluny di Salaf on facebook

-bantahan terhadap buku Idahram alias Marhadi yang berjudul "Ulama Sejagad Menggugat Wahhabi-

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarkatuh.

Bismillah.

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله

يَا أَيُّهَا الّذِينَ آمَنُواْ اتّقُواْ اللّهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مّسْلِمُونَ

يَآ أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْراً وَنِسَآءً وَاتَّقُوْا اللَّهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْباً

يَا أَيُّهَا الّذِينَ آمَنُواْ اتّقُواْ اللّهَ وَقُولُواْ قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماًً

أما بعد: فإن أصدق الكلام , كلام الله . وخير الهدي , هدي محمد صلى الله عليه وسلم . وشر الأمور محدثاتها , وكل محدثة بدعة , وكل بدعة ضلالة , وكل ضلالة في النار

Amma ba’du :
Idahram menulis buku yang berjudul "Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi" Dari judulnya saja sudah nampak kedustaan atas buku ini. Dari sisi judul saja, buku ini sudah salah. Benarkah ulama seluruh dunia telah menggugat dakwah dan kaum Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab? Padahal banyak para ulama yang membela dakwah tauhid yang dihidupkan kembali oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.

Mungkin yang dimaksud Idahram itu yang menggugat Salafi Wahhabi adalah Abdul Karim Al-Khatib, Muhammad Abu Zahrah, Muhammad Sa'id al-Buthi, atau yang semisal mereka. Yang anti terhadap dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah. Lalu Ulama Sejagad mana yang dimaksud oleh Idahram?

Jika menelaah kitab para ulama, maka gugatan Abdul Karim Al-Khatib, Muhammad Abu Zahrah, Muhammad Sa'id Al-Buthi sudah di jawab dengan ilmiah oleh Syaikh Prof. DR.Shaleh Fauzan al-Fauzan. -silahkan memabaca jawaban ilmiah Syaikh Shaleh Fauzan dalam masalah ini-

Berikut Beberapa pandangan Ulama Timur dan Barat tentang Dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah

- Imam Muhammad bin Isma'il As-Shan'ani rahimahullah (pengarang kitab Subulus Salam) :
Ketika sampai kepada beliau dakwah yang dibawa oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Maka beliau memujinya dengan menggubah suatu syair yang indah :
"Ucapan selamat dariku untuk Najd dan orang yang tinggal di Najd (Hijaz) sana.
Walaupun ucapan ku tidak akan terdengar dari jauh.
Telah memancar dari sebuah kaki bukti Sana'a mata air kehidupan.
Menghidupkan dan memanjangkan nya dengan guyuran hujan dari awan.
Maka berhentilah dan bertanyalah kepada orang pandai yang hidup ditanah Haram.
Yang dengan nya dia menunjukkan orang bodoh, petunjuk kehidupan.
Muhammad, dia yang mengajak manusia menuju ajaran Ahmad.
Betapa terpujinya yang memberi petunjuk dan menjadi sumber petunjuk.
Betapa banyak manusia yang mengingkari perkataan nya.
Menolak tanpa dasar kebenaran dan fakta.
Tidaklah setiap perkataan diterima dengan terbuka.
Dan tidaklah semua perkataan akan ditolak.
Kecuali perkataan Rabb kita dan Rasul-Nya.
Maka demikianlah perkataan manusia yang mulia itupun ditolaknya.
Sesungguhnya perkataan manusia,
Tergantung kepada ketelitian nya dan sumbernya.
Dan telah datang kabar kepada kita,
Bahwa dia mengembalikan ajaran yang mulia ini, sebagaimana awalnya.
Dia menampakkan kebenaran yang tersembunyi dari orang bodoh dan ahli bid'ah.
Dan akupun mengikutinya.


- Imam Muhammad bin Ali Asy-Syaukani (Penulis Kitab Nailul Authar, Yaman) rahimahullah :
Ketika sampai berita kematian Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah, Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullah pun merangkai bait-bait syairnya,
“Telah wafat tonggak ilmu dan pusat kemuliaan,
Rujukan utama orang-orang pilihan yang mulia.
Ilmu-ilmu agama nyaris hilang bersama wafatnya,
Wajah kebenaran pun hampir lenyap tertelan derasnya arus sungai.”


- Syaikh Muhammad Rasyid Ridha rahimahullah (Pemimpin Majalah Al-Manar Mesir) :
Beliau berkata didalam muqaddimah kitab nya Shiyaanatul Insan :
"Dalam umat ini tidak akan pernah kosong dari ulama Rabbani yang adil, yang selalu berusaha memperbaharui urusan dien umat Islam ini, terutama ketika masa - masa yang penuh dengan bid'ah. Dan Sungguh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab merupakan salah satu ulama mujaddid tersebut. Beliau bangkit untuk mengajak manusia kembali memurnikan tauhid. dan mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah saja. Beliau juga mengajar manusia untuk meninggalkan bid'ah dan maksiat."


- DR.Thaha Husain (Sastrawan Mesir) berkata :
“Sungguh dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah mazhab baru namun hakikatnya lama, kenyataannya ajaran ini memang baru bagi orang-orang yang hidup di zaman ini, tetapi hakikatnya lama. Sebab dakwah beliau tidak lain hanyalah ajakan yang kuat kepada Islam yang murni, bersih lagi suci dari noda-noda syirik dan paganisme.”


- Syaikh Muhammad Hamid Al-Faqi rahimahullah (Seorang Ulama Besar Al-Azar Mesir) menjelaskan :
"Istilah Wahhabi (Wahabi) disandarkan kepada Imam Muhamamd bin Abdul Wahhab, seorang Mujaddid abada ke 12 Hijriyah. Penisbatan tersebut merupakan julukan yang TIDAK BENAR, menurut kaidah bahasa ARAB. Yang benar seharusnya mereka menjulukinya dengan istilah Muhammadiyyah. Dikarenakan penggagas dan pembagun gerakan dakwah ini bernama MUHAMMAD, bukan ABDUL WAHHAB.

Dan sesungguhnya pengikut Madzhab (fiqih) Hanbali berpegang kepada ajaran Imam Ahmad bin Hambal dalam urusan furu'. Sebagaimana pula para pengikut madzhab (fiqih) lain nya. Mereka juga tidak menuduh -baik dengan ucapan ataupun tulisan- bahwa Syaikh Muhamamd bin Abdul Wahhab datang mengajarkan madzhab yang baru. Beliau juga tidak mengada - adakan pemahaman ilmu yang menyimpang (menyeleweng) dari ajaran para Salafus Shaleh. Akan tetapi seluruh amal dan kesungguhan beliau, dicurahkan untuk menghidupkan kembali ajaran islam yang lurus. Dan mengembalikan manusia sesuai dengan ketetapan al-Quran, terutama dalam urusan tauhi uluhiyah dan ibadah hanya kepada Allah Ta'ala, menghinakan diri, menundukkan diri, berdoa, bernadzar, bersumpah dan bertawakal hanya kepada Allah. Beliau (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab) mengajak manusia untuk mentaati syariah Islam. Dalam persoalan tauhid Asma wa Shifat, beliau mengajak manusia untuk mengimani ayat - ayat yang berkenanaan dengan tauhid tersebut sebagai mana adanya, tanpa menyimpang makna dan mentakwilkan nya. Tanpa tasybih dan tamtsil (menyerupakan dan memisalkan Allah dengan makhluk), mengajak manusia untuk mengimani Allah dalam tauhid Asma' wa Shifat sesuai dengan ayat al-Quran dengan lafadz bahasa Arab yang shahih, sesuai dengan hadits yang datang dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam. Sebagaimana pula yang dipahami oleh para sahabat, dan tabi'in, serta para Imam yang mendapat hidayah, baik dari golongan terdahulu maupun sekarang. Dan beliau menekankan bahwa realisasi syahadat Laa ilaaha illaallah Muhammadar Rasulullah tidak akan sempurna kecuali dengan perkara - perkara tersebut diatas."


- Syaikh DR.Muhammad Taqiyuddin Al-Hilali rahimahullah (seorang Ulam Iraq) berkata :
"Tidak dapat dipungkiri bahwa Imam Rabbani Muhammad bin Abdul Wahhab, bangun dengan membawa dakwah yang lurus, memperbaharui amanah yang ditinggalkan Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam dan para sahabat. Beliau juga meletakkan dasar dari sebuah daulah / negara yang mengingatkan orang tentang daulah pada masa khulafa' rasyidin."


- Syaikh Khairuddin Az-Zarkali rahimahullah dalam kitab nya Al-I'lam berkata :
"Muhammad bin Abdul Wahhab merupakan pemimpin kebangkitan pembaharuan Islam di jazirah Arab masa kini. Beliau mengikuti manhaj yang diajarkan oleh Salafus Shaleh, mengajak manusia kepada tauhid yang lurus dan murni, menyingkirkan bid'ah dan menghancurkan semua gambar buruk tentang Islam."

- Syaikh Mahmud Syukri Al-Alusi (Seorang Ulama Iraq) berkata :
Beliau berkata, “Baliau (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab) termasuk ulama yang selalu memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang munkar, dahulu beliau mengajarkan sholat dan hukum-hukumnya serta seluruh rukun-rukun agama, beliau juga selalu memerintahkan untuk berjama’ah.”


- Syaikh Muhammad Abduh rahimahullah juga memuji Syaikh Muhammad bin Abdul Wahha dan memberikan julukan kepada beliau sebagai Mujaddid yang agung dan mengaku mengikuti ajaran beliau.


- Syaikh Muhammad Khalil al-Haras rahimahullah berkata :
"Sesungguhnya penjagaan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab terhadap kitab yang dikarang oleh Imam Ibnu Taimiyyah dan menghidupkan kembali ajaran nya, merupakan bukti dari sifat terpujinya dan akan selalu di ingat semua kebijaksanaan dan pandangan baik beliau. Karena kitab - kitab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah sebelumnya tertimbun dalam tumpukan, dilupakan dan diremehkan oleh manusia, terutama oleh para ahli bid'ah, dan orang bodoh, yang tidak mau sedikitpun melihat cahaya yang tersimpan didalamnya, dan tidak mau memperhatikan peranan nya yang sangat penting dalam menunjukkan kaum muslimin kepada ajaran yang lurus. Bahkan banyak diantara mereka memperingatkan kaum Muslimin untuk tidak mempelajarinya, dan mengaikatkan nya dengan kitab - kitab yang dikarang oleh orang - orang filsafat. Maka ketika gerakan yang dibagun oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab datang, mereka mengembalikan kitab pembaharu yang dikarang oleh Imam Ibnu Taimiyyah dan Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah kepada kedudukan yang semestinya. Mereka juga memperbaharui kembali cetakan nya kemudian menyebarkan nya."


- Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah (Ketua Lajnah Ad-Daimah dan Haiah Kibar Ulama) berkata :
"Alhamdulillah, yang telah memberikan karunia kepada hamba-Nya pada setiap zaman dengan munculnya seorang Imam yang memberi petunjuk, mengajak manusia kembali kepada jalan yang lurus. Menuntut manusia melewati jalan yang lurus dan mengajarkan kepada manusia yang butuh tentang petunjuk. Menunjukkan kepada manusia bahaya pengingkaran terhadap kitabullah dan sunnah Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam. Menunjukkan kepada manusia bahaya mengikuti keyakinan yang bathil  penyimpangan orang - orang sesat. Para Imam tersebut memberikan penjelasan kepada manusia tentang hakikat dien (agama) yang benar, dan membuka syubhat yang ada secara gamblang. Satu diantara Imam tersebut adalah Imam Al-Allamah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, semoga Allah memberikan kebaikan kepada beliau dialam kubur dan memasukkan beliau kedalam Jannah.

Beliau (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab) adalah orang yang istiqamah dalam dakwah, tekun dalam mengkaji ilmu dan pemberani dalam berjihad. Beliau juga banyak menghasilkan kitab yang bermanfaat, juga menulis banyak risalah, terutama dalam menjelaskan akidah yang benar dan membantah pemahaman yang menyelisihi ajaran Islam yang benar dengan menggunakan dalil dan penjelasan. Beliau terus berjuang sampai dien (agama) Allah diberi kemenangan, pertolongan dan sampai terhina nya kelompok menyimpang. Beliau terus berjuang sampai akidah salaf tersebar diseluruh jazirah Arab dan sekitarnya."


- Syaikh Abbas Mahmud Al-Iqod rahimahullah berkata :
"Tampak jelas dalam perjalan sejarah kehidupan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, bahwa dia mendapatkan kesulitan dalam menyampaikan dakwahnya. Sebagaimana sulitnya orang yang memanggil manusia lain yang tuli. Terutama ketika beliau menghadapi orang - orang jahil dan berbuat syirik, sedangkan manusia telah terbiasa berbuat syirik seperti menggantungkan jimat, tamimah, dan lain nya. Manusia juga telah terbiasa untuk menggunakan shiri dan bantuan - bantuan syaitan dalam menghadapi masalah, termasuk ketika mereka meminta hujan dan menghindari wabah. Maka menjadi wajib untuk mendakwahi mereka dan memalingkan manusia dan perbuatan jahiliyyah tersebut. Dan telah menjadi hasil yang nyata dari dakwah Wahhabiyah (dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul wahhab), bahwa mereka mampu menghindarkan manusia dari berbagai macam perbuata bid'ah dan khurafat."


- Syaikh Abu Syamah Abdul Dhahir Al-Mishri (salah satu Imam di Masjidil Haram) berkata didalam syair nya :
"Aku memuji Syaikh Imam Muhammad bin Abdul Wahhab.
Semua manusia yang Shalih Alim Rabbani.
Yang mengajarkan petunjuk, yang penuh dengan lautan kedarmawanan.
Yang menghancurkan semua musuh.
Yang mengerahkan semua serangan nya kepada berhala.
Manusia yang beramal di negeri Najd.
Mengajak manusia kembali kepada Iman dan Islam.
Hingga besok hari, Najd serupa taman bunga.
Dia mendapatkan naungan pengetahuan.
Dia menghidupkan agama yang lurus sebagaimana semula.
Dan menegakkan nya dengan pedang dan petunjuknya.
Petunjuknya adalah kitab dan sunnah.
Petunjuk yang dibawa oleh pemuka manusia.
Betapa banyak dia terangi kesyrikan dan pengikutnya.
Dia timpakan kepada mereka semua kehinaan.
Dia menjelaskan tauhid dan ibadah."


- Prof. DR.Wahbah Az-Zuhaili hafizhahullah (Penulis Fiqih Islam Wa Adillatuhu) berkata :
"Ibnu Abdul Wahhab memulai dakwahnya pada tahun 1134 H / 1730 M. Beliau memerintahkan kepada yang Ma'ruf dan mencegah yang munkar. Dakwah yang beliau bawa merupakan nyala pertama kesadaran dunia Islam pada masa kini. Beliau sangat memperhatikan urusan tauhid, yang merupakan tiang dari ajaran Islam, disaat banyak dari kaum Muslimin yang telah rusak tauhid mereka."


- Syaikh Manna' Khalil Al-Qattan rahimahullah berkata :
"Setelah menerangkan tentang buruknya nasib ajaran Islam dan politik di Najd pada waktu itu, setelah berlalu mendung yang menutupi cakrawala kaum muslimin, kemudian Allah berkenan untuk menjauhkan mendung tersebut dan mengembalikan kesucian akidah umat. Allah membersihkan kaum Muslimin dari noda syirik dan jahiliyah, dan menjauhkan kesedihan dan keputus asaan. Maka secara bertahap mulailah naiklah suara tauhid yang dengan nya Rasul diutus, "Laa ilaaha illallah" menumbuhkan kembali akidah yang lurus membuang diri dari keburukan bid'ah dan khurafat, dan memberikan air kehidupan dari mata air Islam yang murni bersumber dari al-Quran dan as-Sunnah, dan ajaran yang dipeluk oleh para Salaf. Begitulah kumandang suara yang dilantunkan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, kemudian suara itu menggema di sekitar negeri Najd dan dunia Islam."


- Syaikh Ali Ath-Thantawi rahimahullah berkata :
"Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah tumbuh dan berkembang. Beliau mampu melihat cahaya kebaikan yang Allah berikan. Allah Ta'ala mentakdirkan beliau menjadi salah seorang yang dikhabarkan oleh Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam sebagai manusia yang diutus untuk memperbaharui ajaran ummat. Bahkan beliau adalah manusia yang paling berhak untuk mendapat julukan tersebut, dibandingkan dengan orang lain yang ada pada masa kita hari ini. Dan telah wujud secara nyata bagaimana negeri Najd berhasil kembali kepada tauhid yang lurus dengan perantara tangan beliau."


- Syaikh Al-Allamah Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah
 Beliau berbicara dalam usaha menolak anggapan orang yang mengatakan Fitnah Nejed adalah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Beliau berkata :
"Telah diketahui betapa besar dendam, kebencian yang tersembunyi, dan tuduhan - tuduhan dusta yang dilakukan ole kelompok yang jahat terhadap Imam Mujaddid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah. Semoga Allah melimpahkan kepada beliau pahala, karena usaha beliau dalam mengeluarkan manusia dari kegelapan syirik menuju cahaya tauhid yang murni. Mereka (para penuduh) melakukan fitnah kepada beliau, dan berbuat kedustaan dan celaan demi tujuan tertentu yaitu untuk memalingkan manusia dari dakwah tauhid ini. Dan dari perkataan beberapa ulama yang menerangkan secara jelas berapa buruknya keadaan umat Islam ini sebelum dakwah ini muncul. Salah satu nya yaitu perkataan seorang ulama dari Sana'a Syaikh Muhammad bin Isma'il As-San'aani dalam syair yang beliau gubah -lihat no 1-


- Syaikh Prof.DR.Shaleh Fauzan al-Fauzan hafizhahullah berkata :
"Secara umum telah diketahui bahwa dakwah yang dilakukan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bukan merupakan madzhab baru. Tetapi dakwah ini dibangun diatas aqidah salafus shaleh ahlussunnah wal jama'ah. Dan dalam urusan fru' (fiqih) beliau mengikuti madzhab Imam Ahmad bin Hambal. Dakwah ini tidak pernah keluar dari prinsip kelompok diatas."


- Syaikh Muhammad Jamil Zainu rahimahullah didalam kitabnya Minhajul Firqatin Najiyah pada pembahasan ke 16 "Pengertian Wahhabi" kata beliau :
"Orang - orang yang memusuhi tauhid biasa memberikan julukan "Wahhabi (wahabi)" kepada setiap orang yang bertauhid yang mereka nisbatkan kepada Muhammad bin Abdul Wahhab. Jika mereka mau jujur, sebenarnya julukan yang lebih tepat adalah "Muhammadi" yaitu nisbat kepada namanya yakni Muhammad. Namun Allah pun menghendaki nama Wahhabi itu dinisbatkan kepada Al-Wahhab (Yang Maha Memberi) yaitu salah satu dari nama - nama Nya yang mulia. Jadi jalau orang - orang sufi menisbatkan diri kepada jamaah yang biasa memakai shuf (kain wol), maka orang - orang wahhabi pun menisbatkan diri mereka kepada Al-Wahhab yaitu Allah yang telah memberi mereka tauhid dan meneguhkan mereka untuk mendakwahnya."


- Syaikh DR.Muhammad bin Sa'ad Asy-Syuwai'ri hafizhullah berkata didalam kitab nya Tashhih Khata' Tarikhi Hauli Al-Wahhabiyah :
"Dakwah Syaikh Muhmmad bin Abdul Wahhab adalah pembaharu yang muncul pertama kali ditengah - tengah Jazirah Arab pada abad ke 12 H. Dakwah ini muncul ketika kaum Muslimin sangat membutuhkan nya, untuk membebaskan mereka dari kejahilan yang telah menyelimuti mereka dan untuk meluruskan semua pemahaman mereka yang keliru dalam aqidah dan ibadah. Yang mana kesalahan mereka yang terbesar adalah kejahilan mereka terhadap masalah agama dan perbuatan mereka menokohkan para ulama yang juga jahil terhadap masalah agama mereka.
Dakwah Syaikh Muhammad datang untuk menyingkirkan semua kotoran yang melekat dalam pengajaran-pengajaran Islam dan meluruskan apa yang disusupkan kedalam tauhid, berupa penyekutuan makhluk bersama sang Khaliq."


- Syaikh Mas'ud An-Nadwi rahimahullah berkata :
"Diantara kedustaan paling tampak yang ditujukan kepada dakwah Syaikhul Islam -Muhamamd bin Abdul Wahhab- adalah menamakan dakwah belaiu dengan sebutan "Wahhabiyah". Orang - orang yang mempunyai keinginan tertentu berusaha dengan penamaan ini untuk menetapkan bahwa dakwah beliau adalah agama yang diluar Islam. Orang - orang Inggris, Turki, dan Mesir sama sama menjadikan dakwah ini sebagai momok yang menakutkan, karena nya setiap kali ada pergerakan Islam yang bangkit dinegeri - negeri Islam pada dua abad terakhir dan orang - orang Eropa memandangnya sebagai ancaman terhadap kepentingan - kepentingan mereka, mereka dengan segera menghubungkan pergerakan tersebut dengan Wahhabiyah Najdiah, walaupun pergerakan tersebut bertentangan dengan nya."


- Syaikh Ahmad bin Hajar rahimahullah (hakim pengadilan syariah ternama di Qatar) berkata dalam kitab nya Naqdhu Kalam Al-Muftarin Al-Hanabilah As-Salafiyin :
"Dan mereka (para pencela) menisbatkan kepada Syaikh -Muhammad bin Abdul Wahhab- dan para pengikut beliau bahwasanya mereka tidak mengakui kehormatan Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam, mengingkari adanya syafaat Rasul, mereka mengharamkan ziarah kekuburan beliau, tidak membolehkan shalawat kepada Rasul dan seterusnya.

Jawaban (atas tuduhan terhadap Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab) adalah Bahwa semua perkara yang dituduhkan kepada mereka ini adalah kedustaan yang tidak benar sama sekali. Kitab - kitab mereka sudah dicetak, dijual dan dibagikan, karenanya barangsiapa yang ingin mengetahui dustanya semua tuduhan ini maka hendaknya dia membaca kitab - kitab mereka."


Pandangan Ora Orientalis Tentang Dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
- Departemen Penerangan Inggris menjelaskan :
"Wahhabi adalah suatu gerakan pemurnian ajaran Islam. Kaum Wahhabi adalah orang yang mengikuti ajaran Rasul Shallallahu'alaihi wa sallam satu satunya (al-Quran dan As-Sunnah) dan tidak mau memperhatikan selain kedua nya. Sedangkan musuh - musuh kaum Wahhabi adalah musuh - musuh Islam yang sebenarnya."


- Yolancher (seorang pemuka Orientalis) berkata :
"Jika kita mau memperhatikan hubungan antara Islam Sunni (Ahlussunnah) dengan gerakan Wahhabi di negeri Najd, akan kita dapatkan sesungguhnya yang mengarahkan perhatikan kita khusus kepada sejarah perkembangan keagamaan adalah Wajib bagi orang - orang yang menyandarkan dirinya kepada hukum Islam terkini, bahwa sesungguhnya Wahhabi merupakan gambaran kelompok yang menopang ajaran islam sesuai dengan apa yang diletakkan oleh Nabi. Dan tujuan dari gerakan Wahhabi ini adalah mengembalikan ajaran islam sebagaimana aslinya."


- Bronzkis (seorang sekertaris Jendral Inggris) berkata :
"Orang - orang yang memusuhi lelaki ini -Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab- dan para penikut beliau, telah menyebarkan tuduhan bahwa dia telah kafir. Walaupun sebenarnya dia dan pengikutnya adalah orang - orang yang benar - benar mengikuti Kitabullah dan Sunnah. Gerakan merekapun adalah gerakan pemurnian ajaran islam. Demikian pula musuh - musuh mereka menyebarkan tuduhan , bawah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan pengikut beliau melarang kaum Muslimin untuk menziarahi kota Madinag. Tuduhan tersebut merupakan tuduhan yang ngawur, karena mereka hanya melarang kaum Muslimin melakukan perbuatan syirik disekitar Raudhah yang suci, sebagaimana pula mereka melarang manusia untuk melakukan perbuatan syirik diatas kuburan para wali dan orang - orang shalih lain nya.


- Henri Laasur (seorang Orientalis Prancis) berkata :
"Sesungguhnya nama Salafi merupakan julukan yang diberikan kepada gerakan Wahhabi. Karena mereka bertujuan untuk mengembalikan kemurniaan ajaran Islam seperti pada masa Salafus Shalih. Sesungguhnya gerakan salafi ini berbeda dengan gerakan yang lain. Pandangan mereka yang lebih dekat kepada wawasan dan mereka membuka kembali pintu ijtihad, mereka menghancurkan khurafat, menghilangkan amal yang melampaui batas ajaran Islam, dan berusaha sungguh - sungguh dalam menunjukkan kesesuaian islam dengan tuntutan zaman."

Demikian pujian para ulama -semoga Allah merahmati mereka semua nya- dan masih banyak lagi pujian terhadap dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah. Kira nya cukup apa yang kami paparkan diatas sebagai bukti ketidak benaran Idahram dalam buku nya itu.

Nasehat Bagi Para Pencela dan Penuduh, terutama kepada Idahram :
Sebagai penutup risalah singkat ini, maka saya bawakan nasehat dan perkataan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah bagi para penuduh dan penantang dakwah beliau :

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata :
“Saya ingatkan kepada orang-orang yang  menentangku bahwa kewajiban bagi setiap orang  adalah mengikuti apa yang dengannya Nabi memerintahkan umatnya (yakni as-Sunnah). Dan saya katakan kepada mereka: Buku-buku ini (saya) bersama anda. Lihatlah kedalamnya dan jangan ambil perkataanku. Akan tetapi jika anda telah
mengetahui perkataan Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam ada di dalam kitab-kitabmu maka ikutilah ia meskipun sebagian besar orang menentangnya.

Jangan mengikutiku atau orang lain (tanpa syarat) kecuali dalam perintah Rasulullah, yang anda temukan dalam kitab-kitabmu. Dan ketahuilah bahwa tidak ada
yang dapat menyelamatkan anda kecuali mengikuti Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam. Kehidupan dunia ini hanyalah sementara dan tidak patut bagi
seseorang yang berakal sehat untuk lalai mengenai Surga dan Neraka.” (Ad-Durar as-Saniyyah; 1/89-90)

“Saya mengajak orang-orang yang menentangku kepada empat hal: Kitabullah atau Sunnah Rasulullah atau kepada  ijma para ulama. Dan jika dia menolaknya, maka saya mengajaknya untuk melakukan  mubahalah.”  (Ad-Durar as-Saniyyah 1/55)

-semoga bermanfaat-

Abu Abdillah Prima Ibnu Firdaus ar-Roni al-Mirluny
Desa Merlung, 13 Ramadhan 2012 H / 02 Agustus 2012 M

Risalah kecil ini dihimpun dari kitab :
1. Pro dan Kontra Dakwah Wahhabi karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu. Pustaka Ats-Tsauri. judul aslinya Dakwatusy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Bainal Mu'aridhin wal Mu'ayyidin.
2. Wahabi dan Imperialisme karya DR.Muhammad bin Sa'ad Asy-Syuwairi. cet griya Ilmu. Tashih Khata' Tarikhi Hauli Al-Wahhabiyah.
3. Al-Firqotun Najiyah karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu. Pustaka Media Hidayah. Judul asli Minhajul Firqatin Najiyah wat Tha'ifah Al-Manshurah.
4. Meluruskan Kesalah Pahman Terhadap Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab karya Syaikh Shaleh bin Abdul Aziz as-Sindi. disebarkan oleh raudhatun muhibbin.org judul asli تسحيح مفاهيم خاطئه في قضية مهمة
5. Salafi, Antara Tuduhan dan Kenyataan karya Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray. Pustaka TooBagus
readmore »»  

Rabu, 11 Juli 2012

SITUS MASYAYIKH AHLUSSUNNAH

Oleh :  Ahmad Fathurrozi di Salaf on Facebook
Syaikh Abdul Aziz bin Bazz: http://www.ibnbaz.org.sa/

Syaikh Al Albani: http://www.alalbany.net/

Syaikh Utsaimin: http://www.ibnothaimeen.com/

Syaikh Muqbil: http://www.muqbel.net/

Muhammad Aman Al Jami: http://www.amanjami.jeeran.com/

Syaikh Rabi: http://www.rabee.net/

Syaikh Al Fauzan: http://www.alfawzan.ws/alfawzan/default.aspx

Syaikh Abdul ‘Aziz Ar Rajihi: http://shrajhi.com/

Syaikh Abdus Salam Barjas: http://www.burjes.com/

Syaikh Salim Al ‘Ajmi (Kuwait): http://www.salemalajmi.com/

Syaikh Ahmad An Najmi & Zaid Al Madkhali: http://www.njza.net/web/

Ulama Yaman: http://www.olamayemen.com/

Syaikh Muhammad Al Imam: http://www.sh-emam.com/

Syaikh Abdullah Al Mar’i: http://www.daralhadeeth-sh.com/1

Forum Syaikh Abdullah: http://www.daralhadeeth-sh.com/forums/

Syaikh Khalid Azh Zhafiri: http://www.aldhafiri.net/

Riasah ‘Ammah lil Buhuts wal Ifta’: http://www.alifta.com/default.aspx

Falah Ismail Mandakar (Kuwait): http://www.mandakar.com/

Syaikh Dr. Ali AL Haddadi: http://www.haddady.com/

Syaikh Usamah Al ‘Utaibi: http://www.otiby.net/

Syaikh Suhaimi: http://sonnah.sitebooth.com/web/

Sahab: http://www.sahab.net/
readmore »»  

Minggu, 01 Juli 2012

Al-Khulu', Gugatan Cerai Dalam Islam

Oleh Abu Khonsa Ar-Rotaniyy di Salaf on facebook

Jumat, 14 Maret 2008 01:04:01 WIB

AL-KHULU’, GUGATAN CERAI DALAM ISLAM

Oleh
Ustadz Kholid Syamhudi

Sakinah, mawaddah dan kasih sayang adalah asas dan tujuan disyariatkannya pernikahan dan pembentukan rumah tangga. Dijelaskan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” [Ar-Rum : 21]

Namun kenyataannya banyak terjadi dalam kehidupan berkeluarga timbul masalah-masalah yang mendorong seorang isteri melakukan gugatan cerai dengan segala alasan. Fenomena ini banyak terjadi dalam media massa, sehingga diketahui khalayak ramai. Yang pantas disayangkan, mereka tidak segan-segan membuka rahasia rumah tangga, hanya sekedar untuk bisa memenangkan gugatan,. Padahal, semestinya persoalan gugatan cerai ini harus dikembalikan kepada agama, dan menimbangnya dengan Islam. Dengan demikian, kita semua dapat ber-Islam dengan kaffah (sempurna dan menyeluruh).

PENGERTIAN GUGATAN CERAI
Gugatan cerai, dalam bahasa Arab disebut Al-Khulu. Kata Al-Khulu dengan didhommahkan hurup kha’nya dan disukunkan huruf Lam-nya, berasal dari kata ‘khul’u ats-tsauwbi. Maknanya melepas pakaian. Lalu digunakan untuk istilah wanita yang meminta kepada suaminya untuk melepas dirinya dari ikatan pernikahan yang dijelaskan Allah sebagai pakaian. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Mereka itu adalah pakaian, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka”[Al-Baqarah : 187]

Sedangkan menurut pengertian syari’at, para ulama mengatakan dalam banyak defenisi, yang semuanya kembali kepada pengertian, bahwasanya Al-Khulu ialah terjadinya perpisahan (perceraian) antara sepasang suami-isteri dengan keridhaan dari keduanya dan dengan pembayaran diserahkan isteri kepada suaminya [1]. Adapaun Syaikh Al-Bassam berpendapat, Al-Khulu ialah perceraian suami-isteri dengan pembayaran yang diambil suami dari isterinya, atau selainnya dengan lafazh yang khusus” [2]

HUKUM AL-KHULU’
Al-Khulu disyariatkan dalam syari’at Islam berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu dari yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami-isteri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh isteri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah orang-orang yang zhalim’ [Al-Baqarah : 229]

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma.

“Isteri Tsabit bin Qais bin Syammas mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata ; “Wahai Rasulullah, aku tidak membenci Tsabit dalam agama dan akhlaknya. Aku hanya takut kufur”. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Maukah kamu mengembalikan kepadanya kebunnya?”. Ia menjawab, “Ya”, maka ia mengembalikan kepadanya dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya, dan Tsabit pun menceraikannya” [HR Al-Bukhari]

Demikian juga kaum muslimin telah berijma’ pada masalah tersebut, sebagaimana dinukilkan Ibnu Qudamah [3], Ibnu Taimiyyah [4], Al-Hafizh Ibnu Hajar [5], Asy-Syaukani [6], dan Syaikh Abdullah Al-Basam [7], Muhammad bin Ali Asy-Syaukani menyatakan, para ulama berijma tentang syari’at Al-Khulu, kecuali seorang tabi’in bernama Bakr bin Abdillah Al-Muzani… dan telah terjadi ijma’ setelah beliau tentang pensyariatannya. [8]

KETENTUAN HUKUM AL-KHULU[9]
Menurut tinjauan fikih, dalam memandang masalah Al-Khulu terdapat hukum-hukum taklifi sebagai berikut.

[1]. Mubah (Diperbolehkan).
Ketentuannya, sang wanta sudah benci tinggal bersama suaminya karena kebencian dan takut tidak dapat menunaikan hak suaminya tersebut dan tidak dapat menegakkan batasan-batasan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ketaatan kepadanya, dengan dasar firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami-isteri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh isteri untuk menebus dirinya” [Al-Baqarah : 229]

Al-Hafizh Ibnu Hajar memberikan ketentuan dalam masalah Al-Khulu ini dengan pernyataannya, bahwasanya Al-Khulu, ialah seorang suami menceraikan isterinya dengan penyerahan pembayaran ganti kepada suami. Ini dilarang, kecuali jika keduanya atau salah satunya merasa khawatir tidak dapat melaksanakan apa yang diperintahkan Allah. Hal ini bisa muncul karena adanya ketidaksukaan dalam pergaulan rumah tangga, bisa jadi karena jeleknya akhlak atau bentuk fisiknya. Demikian juga larangan ini hilang, kecuali jika keduanya membutuhkan penceraian, karena khawatir dosa yang menyebabkan timbulnya Al-Bainunah Al-Kubra (Perceraian besar atau Talak Tiga) [10]

Syaikh Al-Bassam mengatakan, diperbolehkan Al-Khulu (gugat cerai) bagi wanita, apabila sang isteri membenci akhlak suaminya atau khawatir berbuat dosa karena tidak dapat menunaikan haknya. Apabila sang suami mencintainya, maka disunnahkan bagi sang isteri untuk bersabar dan tidak memilih perceraian. [11]

[2]. Diharamkan Khulu’, Hal Ini Karena Dua Keadaan.
a). Dari Sisi Suami.
Apabila suami menyusahkan isteri dan memutus hubungan komunikasi dengannya, atau dengan sengaja tidak memberikan hak-haknya dan sejenisnya agar sang isteri membayar tebusan kepadanya dengan jalan gugatan cerai, maka Al-Khulu itu batil, dan tebusannya dikembalikan kepada wanita. Sedangkan status wanita itu tetap seperti asalnya jika Al-Khulu tidak dilakukan dengan lafazh thalak, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian kecil dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata” [An-Nisa : 19] [12]

Apabila suami menceraikannya, maka ia tidak memiliki hak mengambil tebusan tersebut. Namun, bila isteri berzina lalu suami membuatnya susah agar isteri tersebut membayar terbusan dengan Al-Khulu, maka diperbolehkan berdasarkan ayat di atas” [13]

b). Dari Sisi Isteri
Apabila seorang isteri meminta cerai padahal hubungan rumah tangganya baik dan tidak terjadi perselisihan maupun pertengkaran di antara pasangan suami isteri tersebut. Serta tidak ada alasan syar’i yang membenarkan adanya Al-Khulu, maka ini dilarang, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Semua wanita yang minta cerai (gugat cerai) kepada suaminya tanpa alasan, maka haram baginya aroma surga” [HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad, dan dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam kitab Irwa’ul Ghalil, no. 2035] [14]

[3]. Mustahabbah (Sunnah) Wanita Minta Cerai (Al-Khulu).
Apabila suami berlaku mufarrith (meremehkan) hak-hak Allah, maka sang isteri disunnahkan Al-Khulu. Demikian menurut madzhab Ahmad bin Hanbal. [15]

[4]. Wajib
Terkadang Al-Khulu hukumnya menjadi wajib pada sebagiaan keadaan. Misalnya terhadap orang yang tidak pernah melakukan shalat, padahal telah diingatkan

Demikian juga seandainya sang suami memiliki keyakinan atau perbuatan yang dapat menyebabkan keyakinan sang isteri keluar dari Islam dan menjadikannya murtad. Sang wanita tidak mampu membuktikannya di hadapan hakim peradilan untuk dihukumi berpisah atau mampu membuktikannya, namun hakim peradilan tidak menghukuminya murtad dan tidak juga kewajiban bepisah, maka dalam keadaan seperti itu, seorang wanita wajib untuk meminta dari suaminya tersebut Al-Khulu walaupun harus menyerahkan harta. Karena seorang muslimah tidak patut menjadi isteri seorang yang memiliki keyakinan dan perbuatan kufur. [16]

Wallahu a’lam

Maraji’.
[1]. Fathul Bari
[2]. Jami Ahkamun Nisa, Musthafa Al-Adawi, Dar Ibnu Affan, Kairo, Cetakan Pertama, Tahun 1419H.
[3]. Majmu Fatawa
[4]. Nailul Authar Min Ahadits Sayyid Al-Akhyar Syarh Muntaqa Al-Akhbar, Muhammad bin Ali Asy-Syaukani, Tahqiq Muhammad Salim Hasyim. Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, Beirut, Cetakan Pertama, Tahun 1415H
[5]. Shahih Fiqhis Sunnah
[6] Taudhihul Ahkam Min Bulughul Maram, Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Basam, Maktabah Al-Asadi, Makkah, Cetakan Kelima, Tahun 1423H

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun XI/1429H/2008M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Alamat Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton, Gondangrejo - Solo 57183. Telp. 0271-5891016]
__________
Foote Note
[1]. Shahih Fiqhis Sunnah, 3/340
[2]. Taudhihul Ahkam Min Bulughul Maram, 5/468
[3]. Al-Mughni, 7/51
[4]. Majmu Al-Fatawa, 32/282
[5]. Fathul Bari, 9/315
[6]. Nailul Authar Min Ahadits Sayyid Al-Akhyar Syarh Muntaqa Al-Akhbar, 6/260
[7]. Taudhihul Ahkam Min Bulughul Maram, 5/468
[8]. Nailul Authar Min Ahadits Sayyid Al-Akhyar Syarh Muntaqa Al-Akhbar, 6/260
[9]. Dinukil dari Taudhihul Ahkam, 5/469. Shahih fiqhis Sunnah, 3/341-343, dan Jami Ahkamun Nisa, 4/153-154 dengan beberapa tambahan.
[10]. Fathul Bari, 9/318
[11]. Taudhihul Ahkam Min Bulughul Maram, 5/469
[12]. Taudhihul Ahkam Min Bulughul Maram, 5/469
[13]. Shahih Fiqhis Sunnah, 3/343
[14]. Shahih Fiqhis Sunnah, 3/342
[15]. Shahih Fiqhis Sunnah, 3/342
[16]. Shahih Fiqhis Sunnah, 3/343
readmore »»  

“DAGELAN” (MELAWAK) DALAM DAKWAH

Oleh Salim Ibnu Abdul Choliq di Salaf on facebook


“DAGELAN” (MELAWAK) DALAM DAKWAH

Geerr...?! Hahahaha...hihihi...
Sontak tawa jamaah pengajian meledak tatkala melihat tingkah aneh sang da’i. Tingkah “lebay” si da’i dan gaya bicaranya yang dibuat-buat ternyata membuat sebagian besar jamaah terpingkal-pingkal dalam tawa. Entah jamaah pengajian paham atau tidak  materi pengajian, yang penting lucu.

Di sisi yang lain, acara suatu pengajian berubah menjadi arena tawa ria karena sang da’i lebih suka ngebanyol ketimbang menyampaikan materi-materi terbaik. Dan biasanya, da’i yang kondang dengan dagelannya lebih banyak “diminati” daripada dai-dai yang konsisten menyampaikan ilmu syar’i. Sebagian dai bahkan sampai kebanjiran “order” mengisi ceramah karena popularitasnya sebagian dai ndagel. Apa harus begini kalau berdakwah?

MAU NGELAWAK ATAU DAKWAH?

Terkadang, humor dalam berdakwah memang dibutuhkan. Rasulullah seringkali juga menyampaikan dakwah melalui humor kepada para sahabat agar mudah diterima. Langkah yang sama juga beberapa kali dilakukan oleh generasi terdahulu dalam beberapa kesempatan. Namun bukan berarti menjadikan dakwah sebagai “ajang dagelan” (ajang melawak) tentunya. Guyonan yang pas dan tidak melanggar syariat hanyalah sebagai PELENGKAP DALAM DAKWAH BUKAN SEBAGAI TUJUAN UTAMA!! Ibarat makan bakso, humor dalam dakwah ibarat kerupuknya. Jadi, humor boleh keluar sesekali tanpa menghilangkan esensi dari dakwah itu sendiri.

Sayangnya, banyak umat Islam yang lebih suka dai yang “lucu” daripada dai yang ilmiah. Seringkali kalangan dai yang “lucu” dianggap ilmiah sementara dai yang tak humoris dianggap sebagai dai yang ketinggalan zaman. Tentu keilmiahan dakwah bukan diukur dari lucu atau tidaknya sebuah dakwah, melainkan dari sesuai atau tidaknya acara dakwah tersebut dengan tujuan dakwah utama yaitu MENYAMPAIKAN KEBENARAN AL QUR’AN & HADITS. Meskipun dakwah tersebut dihadiri sejuta orang namun tak sesuai dengan Al Qur’an & Sunnah tentu tak bisa dikatakan ilmiah. Sebaliknya, bila materi yang disampaikan sudah sesuai ajaran Islam yang lurus maka sebuah dakwah dikatakan ilmiah meskipin dihadiri segelintir orang. Sukses / tidaknya dakwah bukan hanya terletak pada jumlah peserta yang hadir, namun juga kualitas dari dakwah itu.

Bila kita mau teliti, dakwah dan nglawak tak bisa disamakan. Dakwah menggunakan ilmu syar’i sebagai landasannya sementara nglawak terjadi tanpa dasar ilmu syar’i. Dari sisi pahala, dakwah merupakan amalan mulia yang bisa mendatangkan pahala bagi pelakunya, sedangkan nglawak kalo tak hati-hati justru mendatangkan dosa bagi pelakunya. Terlebih jika ada bumbu dusta & kebohongan meski kecil. Rasulullah ﷺ bersabda
“Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk membuat orang lain tertawa. Celakalah dia, celakalah dia,celakalah dia.” (HR.Abu Dawud no.4990, Tirmidzi no.2315, dinyatakan hasan shahih oleh syaikh al Albani dalam Shahih Al Jami’ no.7316)

Untuk itulah, kita harus proporsional menempatkan agenda dakwah dan agenda nglawak. Jangan sampai, dakwah yang disampaikan hanyalah acara lawak demi mendapat simpati jamaah.

DAKWAH DENGAN ILMU

Dakwah adalah tugas mulia dan amalan yang bernilai ibadah. Jadi setiap amalan dan ibadah harus ikut apa yang telah dicangkan oleh Rasulullah, bukan malah membuat aturan sendiri bahkan improvisasi ibadah dengan menambah-nambahkan seperti yang banyak terjadi. Karena dakwah bersifat tauqiffiyyah yang berarti harus berdasar petunjuk wahyu, maka barangsiapa yang membuat aturan sendiri,bukan kebaikan yang didapat,melainkan kerusakan dan keburukan. Allah berfirman
...فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى .

..Barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. (QS.Thaha:123)

TUJUAN MATERI SURGA

Berdakwah sejatinya merupakan amalan yang indah. Dengan menyampaikan kebenaran, kita tidak hanya mendapat pahala dari apa yang kita sampaikan namun juga dari mereka yang mengerjakan nasehat itu. Namun ketika berdakwah ternoda oleh canda bahkan sampai kelewat batas, bukan surga lagi yang diraih, namun, bisa-bisa adzab yang akan dituai.

Untuk itulah setiap orang yang ingin menyandang label sebagai “dai” seharusnya meluruskan niatnya untuk meraih surga dan keridhoan Allah. Pujian ataupun beberapa imbalan yang diperoleh dari kegiatan berdakwah bukan tujuan utama seorang dai melakukan aktivitasnya. Justru bila tidak hati-hati, pujian atau imbalan akan membuat seseorang lupa akan tujuan utamanya. Banyak sebagian dai yang akhirnya menjauhi popularitas. Bagi mereka, popularitas hanya akan melancengkan tujuan untuk meraih surga. Banyak dari mereka lebih fokus untuk memperbaiki umat ketimbang mencari “imbalan” dari umat. Tak peduli umat memberi imbalan atau tidak, karena dalam diri mereka tertanam keyakinan bahwa Allah pasti membalas jerih payah dalam dakwah. Bila balasan belum datang di dunia, tentu balasan tersebut sudah disediakan di akhirat tentunya dalam wujud kenikmatan surga

Terakhir, kita kudu lebih pintar dalam memilih ceramah-ceramah dakwah. Harus bisa membedakan mana guyonan  dan mana yang benar-benar ilmu syar’i. Semakin kita belajar, kita akan semakin paham tentang arti penting dakwah itu. Bila suatu saat nanti ada kesempatan untuk berdakwah, jangan lupa untuk mengedepankan dalil syar’i ketimbang guyonan. Umat ini butuh perbaikan jiwa, bukan dagelan yang melalaikan jiwa.

Wallahu A’lam

Bekasi, 17-3-12

Diketik ulang : Salim Ibnu Abdul Choliq

Sumber: elfata edisi 10 vol.11
readmore »»  

Senin, 25 Juni 2012

PERTANYAAN DAN JAWABAN QUIZ EDISI UMUM 2

PERTANYAAN DAN JAWABAN QUIZ EDISI UMUM 2
oleh admin SOF

Pertanyaan Quiz :
 
1. Sebutkan arti dan tanda-tanda kiamat ?
2. Sebutkan apa yang dimaksud dengan dajjal ?
3. Sebutkan arti surga dan neraka, siapa saja orang-orang yang akan memasukinya?
4. Saran dan usul dari member SOF tentang pelajaran yang ada di sini ?
Jawaban :
  1. Sebutkan arti dan tanda-tanda kiamat ?
Kiamat bisa juga disebut Yaum al-Qiyamah secara bahasa berarti "Hari Kebangkitan Umat", terdiri dari 3 suku kata, yaitu:
  1. Yaum (يوم‎) = Hari, masa atau periode
  2. Qiyam (قيام‎) = Tegak, bangkit, berdiri
  3. 'Ummah (أمة‎) = Umat, bangsa
Secara istilah Yaumul Qiyamah sering diartikan hari kiamat (kehancuran alam semesta beserta isinya). Yaumul Qiyamah sama halnya dengan Yawm ad-Din yang artinya suatu periode/ masa dimana akan terjadi kebangkitan sebuah komunitas umat manusia yang hidup berdasarkan din allah (dinullah).
Kiamat (Al’ Sa’ah) mempunyai definisi dalam tanda2 akan datangnya ;
Al-Sa'ah (السَّاعَةُ) menurut bahasa, ia adalah salah satu bagian (waktu) siang atau malam, bentuk jamaknya adalah (سَـاعَاتٌ) dan (سَـاعٌ), siang dan malam seluruhnya adalah 24 jam.
  Makna (اَلسَّاعَةُ) menurut istilah syara’ adalah waktu di mana Kiamat itu terjadi. Dinamakan demikian karena cepatnya hitungan (waktu) di dalamnya, atau karena (Kiamat) itu mengagetkan manusia hanya dalam satu waktu. Maka semua makhluk mati dengan satu kali tiupan (sangkakala).[ Lihat an-Nihaayah fii Ghariibil Hadiits (II/422), Lisaanul ‘Arab (VIII/169) dan Tartiibul Qaamusil Muhiith (II/647), karya Ustadz ath-Thahir Ahmad az-Zawawi, Darul Kutub al-‘Ilmiyyah. (1399 H)]
  Maka makna Asyraatus Saa’ah adalah tanda-tanda Kiamat yang mendahuluinya dan menunjukkan kedekatannya. Ada juga yang mengatakan bahwa tanda Kiamat adalah segala hal yang diingkari oleh manusia berupa gejala-gejalanya yang kecil sebelum Kiamat terjadi. Ada juga yang mengata-kan bahwa ia adalah sebab-sebab Kiamat bukan yang besar dan sebelum terjadinya.[ Lihat an-Nihaayah fii Ghariibil Hadiits (II/460), Lisaanul ‘Arab (VII/329-330)]
Nama lain hari kiamat :
Hari Akhir memiliki beberapa nama lain, di antaranya: hari Kiamat (Yaumul Qiyamah), hari Kebangkitan (Yaumul Baats), hari Keputusan (Yaumul Fashl), hari Keluar (Yaumul Khuruj), hari Pembalasan (Yaumul Din), hari Kekekalan (Yaumul Khulud), hari Perhitungan (Yaumul Hisab), Hari Ancaman (Yaumul Wa’iid), Al-Ghasyiyah, Al-Waqi’ah, Al-Haaqqah, Al-Qari’ah.

b. Tanda-tanda kiamat :
Pengetahuan tentang kiamat , kapan tentang waktunya kiamat tidak diketahui kecuali oleh Allah.
Firman Allah :
“Manusia bertanya kepadamu tentang hari Berbangkit. Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Berbangkit itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu wahai (Muhammad), boleh jadi hari Berbangkit itu sudah dekat waktunya.” [Al-Ahzaab: 63]
Namun umat manusia telah diberikan kabar  tentang akan datangnya kiamat melaluli tanda-tanda , Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan tanda-tanda dan indikasi dekatnya hari kiamat dengan dua tanda :
  • Tanda-tanda kecil datangnya hari kiamat
  • Tanda-tanda besar datangnya hari kiamat

  1. Tanda-tanda kecil datangnya hari kiamat :
Tanda-tanda kecil terjadinya hari kiamat ada 3 :
Di antaranya adalah pengutusan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan wafatnya beliau, terbelahnya bulan, ditaklukannya Baitulmakdis, dan keluarnya api dari bumi Hijaz.
Dari Auf bin Malik Radhiyallahu Anhu berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ‘Hitunglah eman hal yang terjadi sebelum datangnya hari kiamat ; kematianku, dan penaklukan Baitulmakdis “ (Al Bukhari no. 3176)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu , Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda , “Tidaklah terjadi hari kiamat itu sehingga keluar api dari bumi Hijaz (Saudi Arabia – pen) yang menyinari punggung-punggung unta di Bashrah” (Muttafaq Alaih, Bukhari 7118, Muslim 2902)
  1. Tanda-tanda yang telah nampak dan masih berlanjut :
Munculnya kerusakan, munculnya orang-orang yang mengaku sebagai nabi, dicabutnya ilmu syari’at dan tersebarnya kebodohan, banyaknya kejahatan, munculnya alat-alat musik dan penghalalannya, tersebarnya perzinaan, tersebarnya pembunuhan, perputaran waktu yang cepat, memberikan amanah bukan pada yang ahlinya, orang-orang yang tercela diangkat dan dihormati sedangkan orang baik dihina, orang yang dapat dipercaya dikhianati sementara seorang pengkhianat justru dipercaya, belajar dari orang-orang yang tercela, bermunculan wanita-wanita yang berpakaian tetapi pada hakikatnya telanjang, memberikan salam hanya kepada orang yang dikenal, tersebarnya pornografi, berlimpahnya harta, tersebarnya perniagaan, sering terjadi gempa, banyak orang yg mati mendadak, tanah Arab menjadi tempat wisata, dieksposnya perilaku suami istri ke public, tidak ada kepedulian terhadap rizki yg halal, banyak negri Islam di embargo, terjadinya perdamaian antara umat Islam dan Rum (Romawi) akan tetapi orang Rum mengkhianati umat Islam.
Dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma, ia mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda saat melihat arah timur, “Ketahuilah sesungguhnya fitnah (kerusakan) terjadi di sini. Ketahuilah sesungguhnya fitnah (kerusakan) terjadi I sini, dan dari sana muncul tanduk setan. ((Muttafaq Alaih, Bukhari no. 7093, Muslim no. 2905 lafazh ini baginya)
  1. Tanda-tanda yang belum muncul, akan tetapi pasti akan terjadi sesuai kabar  dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, diantaranya :
Tersingkirnya sungai Furat dan terlihatnya gunung emas, ditaklukannya konstantinopel tanpa senjata, peperangan melawan Turki , peperangan melawan yahudi dan kemenangan Muslim atas mereka, munculnya laki-laki dari suku Qathan yg menghalau orang2 dengan tongkatnya dan mereka taat kepadanya, sedikitnya laki2 dan banyaknya perempuan sehingga 50 perempuan utk 1 orang laki2, terbebasnya kota Madinah dari orang2 bejat dan para penghancur.
Tanda-tanda datangnya kiamat kubra (besar)
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam melihat kami ketika kami tengah berbincang-bincang. Beliau berkata: “Apa yang kalian perbincangkan?” Kami menjawab: “Kami sedang berbincang-bincang tentang hari kiamat.” Beliau berkata: “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian lihat sebelumnya sepuluh tanda.” Beliau menyebutkan: “Dukhan (asap), Dajjal, Daabbah, terbitnya matahari dari barat, turunnya ‘Isa , Ya’juj dan Ma’juj, dan tiga khusuf (dibenamkan ke dalam bumi) di timur, di barat, dan di jazirah Arab, yang terakhir adalah api yang keluar dari Yaman mengusir (menggiring) mereka ke tempat berkumpulnya mereka.” (HR. Muslim no. 2901)

*  TANDA-TANDA KIAMAT BESAR
Tanda kiamat besar adalah keluarnya secara berurutan bagian demi bagian sebagaiman Rosulullah Shallahu alaihi wasallam bersabda:keluarnya tanda2 itu adalah bagian demi bagian berurutan seperti rangkaian marjan yg dirangkai di tali (Shahih al-jami'ush Shaghir 3;110 hadits no 3222)

1.Munculnya Imam Mahdi
dari Abu Said al-Khudri bahwa Rosulullah Shallahu alaihi wasallam bersabda:
Pada masa akhir umatku akan muncul al mahdi,pada waktu itu Allah menurunkan banyak hujan,bumi menumbuhkan tumbuh2an,memberikan banyak harta banyak ternak,umat menjadi mulia,dan hidup selama tujuh tahun or delapan tahun (Silsilah Ahadishil Shahihah 2;336)

2.Munculnya Al Masih Ad-Dajjal
dari Abu Bakar Asshiddiq ia berkata Rosulullah Shallahu alaihi wasallam bersabda kepada kami:
Dajjal akan keluar dari bumi ini bagian timur yg bernama khurusan (HR Tirmidzi 6:495)

3.Turunya Isa Al masih
Abu Hurairah ia berkata Rosulullah Shallahu alaihi wasallam bersabda:
Demi Allah yg diriku berada di tangannya,benar2 putra Maryam akan turun ditengah2 kamu sebagai juru damai yg adil...(shahih Al Bukhari 6:409-491)

4.Munculnya Bangsa Ya'juj dan Ma'juj
Allah berfirman :Hingga apabila dibukakan tembok ya'juj dan ma'juj,dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yg tinggi,dan telah dekatlah kedatangan janji yg benar (hari berbangkit) maka tiba2 terbelaklah mata orang2 kafir,mereka berkata,aduhai celakalah kami,sesungguhnya kami dalam keadaan lalai tentang ini,bahkan kami adalah orang2 yg dzalim (Al-Anbia 96-97)

5.Gempa bumi/tanah longsor di tiga wilayah
dari Hudzaifah Ibnu Usaid,bahwa Rosulullah Shallahu alaihi wasallam bersabda:sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sehingga kamu melihat sepuluh tanda...."kemudian beliau menyebutkan antara lain dan tiga gempa/tanah longsor,yaitu wilayah timur,barat dan jazirah Arab (Shahih Muslim Syarah Nawawi 18:27-28)

6.kabut (Ad-Dukhon)
Allah berfirman :maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yg nyata,yg meliputi manusia.inilah adzab yg pedih (QS Ad-Dukhon 10-11)

dari Abu Hurairah bahwa Rosulullah Shallahu alaihi wasallam bersabda:bersegeralah melakukan amal2 saleh sebelum datangnya enam perkara,yaitu:dajjal,dan kabut....(Shahih Muslim 18:87)

7.terbitnya Matahari dari barat
Allah berfirman:pada hari datangnya sebagian tanda2 tuhanmu tidaklah bermanfaat lagi iman seorang bagi dirinya sendiri yg belum beriman sebelum itu dan ia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya (QS Al-An'am 158)

dari Abdullah bin Umar ia berkata,saya hafal sebuah hadits dari Rosulullah Shallahu alaihi wasallam yg tidak pernah saya lupakan sesudah itu,saya mendengar beliau bersabda:
Sesungguhnya tanda2 hari kiamat yg besar yg akan muncul pertama kali adalah terbitnya matahari dari barat (Musnad Ahmad 11:110-111)

8.Keluarnya binatang dari perut bumi
Allah berfirman:
Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka,kami keluarkan sejenis binatang melata dari buumi yg akan mengatakan kepada mereka bhwa sesungguhnya manusia tidak yakin kepada ayat2 kami (QS An-Naml 82)

dari Abdullah bin Amrra,ia berkata,saya hafal sebuah hadits dari Rosulullah Shallahu alaihi wasallam yg tidak pernah saya lupakan sesudah itu,saya mendengar beliau bersabda:sesungguhnya tanda hari kiamat yg pertama muncul ialah terbitnya matahari dari baratdan munculnya binatang kepada manusia pada waktu dhuha,bila salah satunya telah muncul maka yg satunya segera menyusul (Shahih muslim 18:77-78)

9.Api yang mengumpulkan manusia
dalam hadits Hudzaifah ibnu Usaid yg membicarakan tanda2 hari kiamat yg besar anatara lain disebutkan dalam sabda Rosullullah Shallahu alaihi wasallam:Dan yg terakhir ialah api yg keluar dari yaman yg menggiring manusia ketempat berkumpul mereka (Mahsyar mereka) (Shahih muslim 18:27-29)
(sumber : Ensiklopedia Islam Al-Kamil karya  Syaikh Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At-Tuwaijiri  : Darus Sunnah ,  kitab Yaumul Qiyamah karya Dr Yusuf Al-Wabil MA : Qisthi Press, dan berbagai sumber)

  1. Sebutkan apa yang dimaksud dengan dajjal ?
   
Asal makna Dajjal ialah al-kholath (mencampuri,mengacau,membingungkan).dan dikatakan bahwa seoarng itu berbuat Dajjal bilaia menyamarkan dan memanipulasi,dan Ad-Dajjal ialah manipulator dan pembohohng yg luar biasa.lafazh ini termasuk mubalagoh (menyangatkan/intensitas) mengakui wazan "fa'aal",artinya banyak menelurkan kebohongan dan kepalsuan (Nihayah Fi Gharibil Hadits 2 :102) Dan bentuk jamaknya dajjalun
  Dajjal dinamakan Dajjal karena ia menutupi kebenaran dengan kebatilan,atau karena ia menutupi kekafiranya terhadap orang lain dengan kebohongan,kepalsuan dan penipuanya atas mereka dan ada yg mengatakan karena dia menutupi bumi dengan banyaknya kelompoknya (Lisanul Arab 11 :236-237)

Secara bahasa:
Disebutkan oleh Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu dalam kitab beliau At-Tadzkirah bahwa lafadz Dajjal dipakai untuk sepuluh makna. Di antaranya: Kadzdzab (tukang dusta), Mumawwih (yang menipu manusia). Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu mengatakan: “Dikatakan demikian karena dia adalah manusia yang paling besar penipuannya.”
KELUARNYA DAJJAL
  Pemahaman Ahlus Sunnah tentang Dajjal sebagai berikut:

1. Siapakah Dajjal?
Dajjal adalah seorang anak Adam yang mempunyai ciri-ciri yang jelas, akan dapat dikenali oleh setiap mukmin apabila ia telah keluar, sehingga mereka tidak terkena fitnahnya. Fitnah Dajjal adalah fitnah yang paling besar di muka bumi.

2. Di Antara Ciri-Ciri Dajjal
Seorang yang masih muda, wajahnya merah, pendek, kakinya bengkok, rambutnya keriting, mata sebelah kanannya buta (menonjol keluar) bagaikan buah anggur yang mengapung, di atas mata kirinya ada daging tumbuh, tertulis di antara kedua matanya: ك ف ر /كافر (kafir) dapat dibaca oleh setiap Mukmin yang bisa baca tulis dan yang tidak bisa baca tulis. Dajjal adalah seorang yang mandul tidak mempunyai anak.
  Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
  مَا مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ وَقَدْ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ اْلأَعْوَرَ الْكَذَّابَ: أَلاَ إِنَّهُ أَعْوَرُ، وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ، مَكْتُوْبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ: ك ف ر (يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُسْلِمٍ).
  “Tidak ada seorang Nabi pun kecuali telah memperingatkan ummatnya tentang Dajjal yang buta sebelah lagi pendusta. Ketahuilah bahwa Dajjal matanya buta sebelah sedangkan Allah tidak buta sebelah. Tertulis di antara kedua matanya: ك ف ر / كافر (kafir) -yang mampu dibaca oleh setiap Muslim-.” [2]

3.Tempat Keluarnya Dajjal
Dajjal akan muncul dari arah timur dari Khurasan (sekarang terletak di Iran timur) dengan diiringi 70.000 orang Yahudi Ashbahan (sebuah kota di tengah Iran).[3]

4. Tempat yang Dimasuki Dajjal
Dajjal berjalan di muka bumi dengan cepat seperti hujan yang ditiup angin, ia masuk ke setiap negeri kecuali Makkah dan Madinah karena (kedua kota tersebut) dijaga para Malaikat. Ketika ia tidak dapat masuk Madinah, maka kota Madinah berguncang tiga kali, lalu keluarlah orang kafir dan munafiq, kaum munafiq laki-laki dan perempuan (keluar) menuju Dajjal [4]. Dalam riwayat lain, keluarlah orang munafiq laki-laki dan perempuan, dan fasiq laki-laki dan perempuan menuju Dajjal, itulah Yaumul Khalash (hari Pembebasan) [5]. Di riwayat yang lain, Dajjal tidak dapat masuk ke empat masjid yaitu,
  Masjid al-Haram, Masjid Nabawy, Masjid al-Aqsha, dan Masjid ath-Thuur. [6]

5. Keberadaan Dajjal di Muka Bumi
Dajjal berada di muka bumi selama 40 hari. Sehari seperti setahun, sehari seperti sebulan, sehari seperti sepekan, dan sisa-nya seperti hari-hari biasa. [7]

6. Fitnah Dajjal
Fitnah Dajjal merupakan fitnah yang paling besar sejak Allah ciptakan Adam sampai hari Kiamat [8]. Dajjal membawa dua sungai yang mengalir, salah satunya terlihat air putih, dan yang lainnya terlihat api yang menyala-nyala, apabila seseorang mendapati hal itu hendaklah ia masuk ke sungai yang tampak api, pejamkan mata, tundukkan kepala, minumlah! Itu adalah air yang sejuk. [9] Dajjal mengaku sebagai rabb, menyuruh hujan untuk turun, lalu turun, menyuruh bumi untuk menumbuhkan tanaman, lalu tumbuh tanaman, menghidupkan orang mati dan yang lainnya sebagai fitnah bagi kaum Muslimin.[10]

7. Dibunuhnya Dajjal
Dajjal akan dibunuh oleh Nabi ‘Isa Alaihissallam di Bab Ludd (suatu desa di dekat Baitul Maqdis, di Palestina).[11]

8. Penjagaan Diri dari Fitnah Dajjal
1. Berlindung kepada Allah dari fitnahnya, setiap selesai dari tasyahhud akhir setiap shalat.

Sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:
  إِذَا فَرَغَ أَحَدُكُمْ مِنَ التَّشَهُّدِ اْلآخِرِ، فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللهِ مِنْ أَرْبَعٍ: مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ.
  “Apabila seseorang di antara kalian telah selesai tasyahhud akhir, maka berlindunglah kepada Allah dari empat hal: (1) dari adzab Jahannam, (2) dari adzab kubur, (3) fitnah hidup dan mati, serta (4) dari kejahatan fitnah al-Masih ad-Dajjal.” [12]
  Do’a perlindungan dari fitnah Dajjal yang dibaca setelah tasyahhud akhir setiap shalat adalah sebagai berikut:
  اَللّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ.
  “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab Jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah hidup dan mati, serta dari kejahatan fitnah al-Masih ad-Dajjal.” [13]

2. Menghafal sepuluh ayat pertama dari surat al-Kahfi.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
  مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُوْرَةِ الْكَهْفِ، عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ.
  “Barangsiapa yang hafal sepuluh ayat pertama dari surat al-Kahfi, dia terjaga dari fitnah Dajjal.” [14]
  Pada riwayat yang lain, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
  ...فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُوْرَةِ الْكَهْفِ فَإِنَّهَا جِوَارُكُمْ مِنْ فِتْنَتِهِ ...
  “Barangsiapa di antara kalian yang mengetahui fitnah Dajjal, maka bacalah beberapa ayat pada awal surat al-Kahfi, karena sesungguhnya itu akan melindungi kalian dari fitnahnya (Dajjal).” [15]
  3. Menjauhi tempat fitnah dan tidak mengikutinya.

4. Tinggal di Makkah dan Madinah.
Imam an-Nawawi rahimahullah [16] di dalam Syarah Shahiih Muslim menukilkan perkataan al-Qadhi Iyadh rahimahullah [17]: “Hadits-hadits tentang Dajjal merupakan hujjah Ahlus Sunnah tentang keshahihan adanya Dajjal. Bahwa ia merupakan sosok tertentu yang dengannya Allah menguji para hamba-Nya.”
  Allah membekalinya dengan kemampuan untuk melakukan banyak hal, seperti menghidupkan mayat yang telah dibunuhnya. Ia (Dajjal) seolah-olah dapat menciptakan segala kemewahan dunia, sungai-sungai, Surga dan Neraka, tunduknya segala kekayaan bumi padanya, memerintahkan langit untuk menurunkan hujan maka terjadilah hujan, memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tumbuhan, maka tumbuhlah. Semua itu atas kehendak Allah. Kemudian ia dilemahkan, sehingga tidak mampu untuk membunuh seorang pun juga dan membatalkan perintahnya. Akhirnya terbunuh di tangan ‘Isa bin Maryam. Pemahaman ini ditentang dan diingkari oleh Khawarij dan Jahmiyah serta sebagian dari kaum Mu’tazilah.” [18]

[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi'i, Po Box 7803/JACC 13340A Jakarta, Cetakan Ketiga 1427H/Juni 2006M]
_______
Footnote
[1]. Keterangan lebih lanjut lihat an-Nihaayah fil Fitan wal Malaahim oleh Ibnu Katsir, Qishshatul Masiih ad-Dajjaal wa Nuzuuli ‘Isa Alaihissallam wa Qatlihi Iyyaahu oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dan Asyraathus Saa’ah oleh Dr. Yusuf al-Wabil (hal. 275-335).
[2]. HR. Al-Bukhari (no. 7131, 7408), Muslim (no. 2933), Abu Dawud (no. 4316, 4318), at-Tirmidzi (no. 2245), Ahmad (III/103, 173, 276, 290), dari Sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu anhu. Lafazh yang ada dalam kurung milik Muslim dan Ahmad. Lihat Qishshatul Masiihid Dajjaal oleh Syaikh al-Albani (hal. 53).
[3]. HR. Muslim (no. 2944), Ahmad (no. 13277) tahqiq Syaikh Ahmad Syakir, hadits ini derajatnya hasan, dari Sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu anhu.
[4]. HR. Al-Bukhari (no. 1881), Muslim (no. 2943), Ahmad (III/191, 206, 238, 292) dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu.
[5]. HR. Ahmad (IV/338) dan Hakim (IV/543) dari Sahabat Mihjan bin al-Adru' Radhiyallahu anhu.
[6]. HR. Ahmad. Imam al-Haitsamy berkata: “Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, rawi-rawinya shahih.” (Majma’uz Zawaa-id VII/343). Al-Hafizh Ibnu Hajar ber-kata: “Rawi-rawinya tsiqah.” (Fat-hul Baari XIII/105).
[7]. HR. Muslim no. 2937 (110), Abu Dawud no. 4321.
[8]. HR. Muslim (no. 2946) dari Sahabat ‘Imran bin Hushain Radhiyallahu anhu.
[9]. HR. Muslim (no. 2934 (105)) dari Sahabat Hudzaifah Radhiyallahu anhu.
[10]. HR. Muslim (no. 2937 (110)).
[11]. HR. At-Tirmidzi (no. 2244), Ibnu Hibban (no. 1901-Mawaariduzh Zham’aan), Ahmad (III/420), dari Sahabat Mujammi’ bin Jariyah al-Anshari Radhiyallahu anhu. At-Tir-midzi berkata, “Hadits ini hasan shahih.”
[12]. HR. Muslim (no. 588 (130)) dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu.
[13]. HR. Muslim (no. 588 (128)) dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu.
[14]. HR. Muslim (no. 809) dan Ahmad (VI/449) dari Sahabat Abu Darda’ Radhiyallahu anhu. Hadits ini shahih, lihat Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 582).
[15]. HR. Muslim (no. 2937 (110)), Abu Dawud (no. 4321) dari an-Nawwaas bin Sam’an al-Kilabi Radhiyallahu anhu. Hadits ini shahih, lihat Shahiih Abi Dawud (no. 3631).
[16]. Nama lengkapnya adalah Yahya bin Syaraf bin Murri bin Hasan bin Husain bin Muhammad bin Jum’ah bin Hizam, Abu Zakaria an-Nawawy. Seorang ahli fiqih dan hadits, lahir tahun 631 H. Di desa Nawa di Suriyah dan meninggal dunia tahun 676 H. Beliau adalah seorang yang menguasai ilmu hadits, fiqih, bahasa, seorang yang zuhud dan wara. Penulis dari kitab Riyaadhus Shaalihiin, Syarah Shahiih Muslim, al-Majmuu’ Syarhul Muhadzdzab, al-Adzkaar dan yang lainnya.
[17]. Nama lengkapnya al-Qadhi Iyadh bin Musa bin Iyadh bin ‘Umar al-Yahshabi as-Sabti t, seorang Imam yang faqih di negeri Maghrib, lahir 476 H, menjadi Imam di bidang hadits, nahwu, bahasa dan nasab. Menjadi Qadhi di negerinya (Sabtah) dalam waktu yang lama, kemudian menjadi Qadhi di Granada. Beliau meninggal dunia di Maroko tahun 544 H.
[18]. Syarah Shahih Muslim (XVIII/58).
(Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas ,muslim.or.id dan berbagai sumber)

  1. 3.      Sebutkan arti surga dan neraka, siapa saja orang-orang yang akan memasukinya?

Secara bahasa Surga berarti kebun atau kebun yang di dlamnya terdapat pepohonan,secara istilah surga mencakup nama yg umum mencakup suatu tempat (yg telah dipersiapkan Allah bagi mereka yg mentaatinya),didalamnya terdapat berbagai kelezatan,kenikmatan,kesenangan,kebahagian da kesejukan dipandang mata.
  Surga adlah tempat yg mengalir di tamannya terdapat sungai2 yg mengalir di bawahnya,surga adalah tempat yg istananya tersusun dari batu bata emas dan perak,tanahnya adalh minyak kasturi yg paling baik,kerikilnya adalah intan dan mutiara,debunya berupa za'faron dan kemahnya berupa mutiara yg djalin indah,dan di surga terdapat istri2 yg cantik jelita

Allah Ta'ala berfirman :
Sesungguhnya Allah memasukkan orang2 beriman dan mengerjakan amal yg sholeh ke dalam surga surga yg di bawahnya mengalir sungai2.dan di surga mereka diberi perhiasan dengan gelan2 dari emas dan mutiara,dan pakaian mereka adalah sutera (QS Al-Hajj 23)
  dari Abu Hurairah ia berkata Rosulullah Shallahu alaihi wasallam bersabda :Siapa yg masuk surga akan selalu hidup senang dan tidak akan mengalami kesusahan,pakianya tidak akan lusuh dan masa mudanya tidak akan sirna (HR.Muslim no.2836)

YANG AKAN MEMASUKINYA :
Surga akan dimssuki oleh orang2 yg di karuniai Allah dari kalangan para Nabi,Shiddiqin,Syuhada dan orang2 sholeh.
dalam firmanya Allah melalui hadits Qudzi :kusiapkan bagi hamba2Q yg sholeh(di dalam surga) yaitu apa yg tak pernah dipandang mata,tak pernah didengar telinga,dan tak pernah terlintas dalam hati semua manusia kemudian Rosulullah Shallahu alaihi wasallam bersabda :bacalah jika kalian mau,tak serangpun mengetahui berbagai nikmat yg menanti,yg indah dipandang (QS As-Sajdah 17) (HR. Bkhari 3244) dari sahabat Abu Hurairah radhiallah'huanhu.

ciri-ciri orang yg memasuki adalah :
1.beriman dan beramal shalih
Allah ta’ala berfirman :berilah kabar gembira kepada orang2 yg beriman dan beramal sholeh bahwasanya mereka akan mendapat balasan berua surga yg dibawahnya mengalir sungai2 (QS Al-Baqarah 25)

2.bertakwa
Allah ta’ala berfirman :bagi orang2 yg brtakwa terdapat balasan di sisi rabb mereka berupa surga2 yg dibawahnya menalir sungai2,mereka kekal di dalamnya,begitu pula mereka akan mendapat istri2 yg suci serta keridhoan dari Allah.Allah maha melihat hamba2nya (QS.Ali Imran 15)

3.Taat kepada Allah dan rosulnya
Allah ta’ala berfirman :barang siapa yg taat kepada Allah dan Rosulnya,maka Allah akan memasukkan nya ke dalam surga 2 yg dibawahnya mengalir sungai2,mereka kekal di dalamnya.itulah kemenangan yg sangat besar (QS An-Nisa’13)

4.cinta dan benci karena Allah
Allah ta’ala berfirman :tidak akan kamu jumpai suatu kaum yg beriman kepada Allah dan hari akhir berkasih sayang kepada orang2 yg menentang Allah dan Rosulnya meskipun mereka itu adalah bapak2 mereka ,anak2 mereka,saudara2 mereka,maupun sanak keluarga mereka.mereka itulah orang2 yg ditetapkan Allah di dalam hati mereka dan Allah kuatkan mereka dengan pertolongan dari-Nya,Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga2 yg di bawahnya mengalir sungai2,mereka kekal di dalmnya.Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridho kepada-Nya.meerka itulah golongan Allah,ketahuilah sesungguhnya hnaya golongan Allah itulah orang2 yang beruntung (QS al-Mujadalah 22)

5.berinfak dikala senang maupun susah
Allah ta’ala berfirman :bersegeralah menuju ampunan Rabb kalian dan surga yg luasnya seluas langit dan bumi yg disediakan bagi orang2 yg bertakwa.yaitu orang2 yg menginfakkkan hartana di kala senang maupun di kala susah,......(QS Ali Imran 133-135)
  6. Memiliki hati yang selamat

Allah ta’ala berfirman,
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ  إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

"Pada hari itu -hari kiamat- tidak bermanfaat lagi harta dan keturunan, melainkan bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat.” (Qs. as-Syu’ara: 88-89)
Abu Utsman an-Naisaburi rahimahullah mengatakan tentang hakikat hati yang selamat, “Yaitu hati yang terbebas dari bid’ah dan tenteram dengan Sunnah.” (disebutkan Ibnu Katsir dalam tafsirnya [6/48] cet Maktabah Taufiqiyah)
Imam al-Baghawi rahimahullah mengatakan bahwa hakikat hati yang selamat itu adalah, “Hati yang bersih dari syirik dan keragu-raguan. Adapun dosa, maka tidak ada seorang pun yang bisa terbebas darinya. Ini adalah pendapat mayoritas ahli tafsir.” (Ma’alim at-Tanzil [6/119], lihat juga Tafsir Ibnu Jarir at-Thabari [19/366] as-Syamilah)
Imam al-Alusi rahimahullah juga menyebutkan bahwa terdapat riwayat dari para ulama salaf seperti Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, Ibnu Sirin, dan lain-lain yang menafsirkan bahwa yang dimaksud hati yang selamat adalah, “Hati yang selamat dari penyakit kekafiran dan kemunafikan.” (Ruh al-Ma’ani [14/260] as-Syamilah)
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Pengertian paling lengkap tentang makna hati yang selamat itu adalah hati yang terselamatkan dari segala syahwat yang menyelisihi perintah Allah dan larangan-Nya. Hati yang bersih dari segala macam syubhat yang bertentangan dengan berita dari-Nya. Oleh sebab itu, hati semacam ini akan terbebas dari penghambaan kepada selain-Nya. Dan ia akan terbebas dari tekanan untuk berhukum kepada selain Rasul-Nya…” (Ighatsat al-Lahfan, hal. 15 cet. Dar Thaibah)
Syaikh as-Sa’di rahimahullah mengatakan, “Hati yang selamat artinya yang bersih dari: kesyirikan, keragu-raguan, mencintai keburukan, dan terus menerus dalam bid’ah dan dosa-dosa. Konsekuensi bersihnya hati itu dari apa-apa yang disebutkan tadi adalah ia memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengannya. Berupa keikhlasan, ilmu, keyakinan, cinta kebaikan dan memandang indah kebaikan itu di dalam hati, dan juga kehendak dan kecintaannya pun mengikuti kecintaan Allah, hawa nafsunya tunduk mengikuti apa yang datang dari Allah.” (Taisir al-Karim ar-Rahman hal. 592-593 cet.  Mu’assasah ar-Risalah)
Ibnul Qayyim rahimahullah juga menjelaskan karakter si pemilik hati yang selamat itu, “… apabila dia mencintai maka cintanya karena Allah. Apabila dia membenci maka bencinya karena Allah. Apabila dia memberi maka juga karena Allah. Apabila dia mencegah/tidak memberi maka itupun karena Allah…” (Ighatsat al-Lahfan, hal. 15 cet. Dar Thaibah)
Demikianlah sekelumit yang bisa kami tuangkan dalam lembaran ini. Semoga bermanfaat bagi yang menulis, membaca maupun yang menyebarkannya. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.
semoga Allah memasukkan kita semua ke surga...

NERAKA :
An Naar,Neraka secara bahasa ialah kobaran api (al lahab) yang panas dan bersifat membakar.secara istilah bermakna,suatu tempat yg telah disiapkan Allah ta’ala bagi orang2 yg mendurhakainya.

Neraka adalah tempat yg mengerikan yg panasnya 69X lipat dari api dunia ini dan neraka juga memiliki 70 ribu tali kekang yg man setiap kekangnya dipegang oleh 1000 malaikat yg menyeretnya,juga neraka Jahannam bahan bakarnya adalah manusia dan batu makanan mereka adalah pahon yg berduri minuman mereka adalah air nanah dan air yg mendidih.
Naudzubillah minnar
Semoga Allah menjauhkan kita dari neraka...

Allah ta’ala berfirman :Sesungguhnya Allah melaknati orang2 kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka) (QS Al Ahzab 64)

Allah ta’ala berfirman :peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu,yg disediakan bagi orang2 kafir (QS Al Baqarah 24)

Allah ta’ala berfirman :di hadapanya ada jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah,diminumya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelanya (QS Ibrahim 16-17)

Dari Abdullah bin Mas’ud,Rosulullah Shallahu alaihi wasallam bersabda :akan didatangkan neraka pada hari itu (kiamat) dalam memiliki tujuh puluh ribu kekang.setiap kekangnya di di pegang oleh seribu malaikat yg menyeretnya (HR.Muslim no.2842)

SIAPA YG AKAN MEMASUKINYA..?
Neraka diperuntukkan bagi orang2 yang mengkufuri-Nya,membantah syariat-nya, dan mendustakan rosul-Nya,juga bagi orang yg gemar membuat kerusakan

Allah Ta’ala berfirman : ya tuhan kami,sesungguhnya barangsiapa yg engkau masukkan ke dalam neraka,maka sungguh telah engkau hinakan ia,dan tidak ada bagi orang2 yg dzalim seorang penolongpun (QS Ali Imran 192)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Dan yang menyertai dia berkata: “Inilah yang tersedia pada sisiku telah siap.” Allah berfirman: “Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala, yang sangat menghalangi kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu, yang menyembah sesembahan yang lain beserta Allah, maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang sangat.” (Qaf: 23-26)
Dalam ayat-ayat tersebut, Allah Subhanahu wa Ta’ala menerangkan bahwa qarin yang menyertai manusia, yakni malaikat yang ditugasi untuk mencacat amal bani Adam, mengatakan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Inilah yang tersedia pada sisiku telah siap.” Yakni orang tersebut dihadapkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala oleh malaikat beserta catatan amalnya yang lengkap, tanpa ditambah dan dikurangi, serta siap untuk diberi balasan. Allah Subhanahu wa Ta’ala pun memerintahkan kepada kedua malaikat-Nya yaitu malaikat yang sebagai saksi dan malaikat yang menggiringnya ke hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala, yang sangat menghalangi kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu, yang menyembah sembahan yang lain beserta Allah maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang sangat.”
Dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut terdapat enam sifat orang yang bakal dilemparkan ke dalam Jahannam.
1. Orang yang sangat ingkar: yakni mereka yang sangat kafir, di mana berbagai macam kekafiran mereka lakukan baik berupa perbuatan maupun ucapan. Atau mereka yang kekafiran itu telah menguat dalam qalbunya.
2. Keras kepala: yakni membangkang terhadap kebenaran, menghadapinya dengan kebatilan sementara ia tahu kebenaran itu. Kalaupun kebenaran itu ditawarkan kepadanya, dia tidak mau menerimanya walaupun kebenaran itu begitu jelas. Akibatnya, ia akan banyak berbuat maksiat, berani menerjang larangan-larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
3. Sangat menghalangi kebajikan: kebajikan di sini berarti segala macam kebajikan. Seolah-olah dia mencari-cari segala macam kebajikan untuk dia halangi sehingga dia menghalangi segala macam amal baik, dan yang terbesar adalah iman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan para rasul-Nya, serta menghalangi seseorang untuk berdakwah kepadanya. Ia juga tidak menunaikan apa yang menjadi kewajibannya, tidak mau berbuat baik, bersilaturahmi, dan bershadaqah. Ia menghalangi dirinya sendiri untuk berjuang dengan harta dan badannya dalam perkara yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala.
4. Melanggar batas: yakni melanggar batas-batas hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala dan melanggar hak-hak makhluk, sehingga ia berbuat jahat kepada mereka. Yakni, bukan saja dia menghalangi seseorang untuk berbuat kebajikan, namun ia juga berbuat jahat kepadanya. Ini semacam perlakuan orang Quraisy terhadap Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka melarang beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuat baik sekaligus mereka berbuat jahat kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana ia juga melampaui batas dalam membelanjakan hartanya. Qatadah rahimahullahu menafsirkan: “Yakni melampaui batas dalam bicara, jalan dan segala urusannya.”
5. Lagi ragu-ragu: yakni tertanam dalam dirinya keraguan dan kebimbangan. Demikian juga, ia membuat keraguan pada diri orang lain, baik keraguan dalam hal janji Allah Subhanahu wa Ta’ala ataupun ancaman-Nya, sehingga tiada iman dan kebaikan dalam dirinya.
6. Yang menyembah sesembahan yang lain beserta Allah Subhanahu wa Ta’ala: mencakup semua orang yang menghambakan diri dan menghinakan diri kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Admin SOF
readmore »»